Dia Bersama Kita dan Menjaga Kita

Pagi itu sekitar pukul 04.15 a.m saya terbangun (alhamdulillaah bisa bangun) u/ makan sahur. Terus sambil makan daripada bengong saya menyalakan TV, begitu nyala channel yg pertama kali muncul adlh sbuah channel nomer 6 ( di TV saya) yaitu channel yg skrg lg heboh di media karena rencana akuisisinya dgn channel swasta yg lain. Betapa kagetnya ( lebay mode on ;p) sepagi itu, itu channel sudah menayangkan sinetron, kalau pada jam lain sih mgkin ga kaget kali ya coz itu udh hobinya itu channel TV. Masak pagi2 nonton sinetron, pikir saya. Akhirnya bergeraklah tangan saya u/ beranjak ke channel yg lain, nah..channel yg lain di bawah nya nomer 6, nayanginnya berita. Waduh..masak pagi2 begini lagi enak2 nya makan nontonnya yg serius sih apalagi tiap hari kerjaan saya sudah serius melulu. Ah..ganti deh, terus channel no 4 nayanginnya sinetron juga bahkan kayaknya lebih alay drpada yg ditayangin channel nomer 6, terus bergeralaklah lagi tangan ini menjelajah tombol alih channel (maklum remote TV saya ga tau kemana, pelesiran ga balik2 dia..hehe), channel yg ada di layar skrg adalah channel nomer 3, di situ ada acara ceramah atau majelis taklim atau kajian Islami atau apalah namanya pokoknya itu yg di isi oleh Ustd.Yusuf Mansur. Berhentilah tangan saya memencet-mencet tombol dan sepertinya ini pilihan yg terbaik karena pagi2 begitu kan enaknya dengerin yg adem2.
Meskipun saya tdk tahu apa tema ceramah pagi itu, tapi ketika saya menyimak ternyata ustad itu menyampaikan tentang iman kepada malaikat. Beliau mengatakan bahwa ketika membicarakan ttg iman kita jarang membicarakn iman kpd malaikat. Pdhl itu termasuk salah satu rukun iman sangat penting dan tidak akan sempurna iman seseorang jika yg satu ini tertinggal ( kurang lebih begini redaksionalnya, saya ga bisa hafal plek— e nya dibaca seperti e pada kata lembut ). Beliau menyampaikan bahwa malaikat adalah tentara Alloh yg diperintahkan untuk menjaga kita (dan tugas yg lain, tapidi sini konsen pada tgs yg ini) hal ini juga ada di dalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa tentara-tentara Alloh ada di langit dan di bumi (Namun beliau tdk menyebutkan surat dan ayatnya dan saya sendiri lupa, tapi insyaAlloh memang ada di Al Qur’an). Yang membuat saya sangat tersentuh adalah ketika beliau mengatakan bahwa malaikat Alloh tidak selalu datang dalam bentuk manusia. Malaikat bisa berbentuk truck yang menghalangi jalan kita, karena bisa jadi ketika truck tersebut tidak ada dan perjalanan kita lancar, ada bahaya yang mengancam kita pada kilometer tententu. Malaikat juga mungkin datang dalam bentuk pohon yg tumbang karena bisa jadi ketika kita jalan terus, kita akan mengalami kecelakaan pada titik ordinat tertentu. Begitu hal nya dgn contoh yg ketiga yg beliau sebutkan, malaikat bisa jadi datang sbg pencabut aki. Ketika di pagi hari mobil sudah dinyalakan, dipanaskan dan ditinggal oleh pemiliknya masuk ke rumah untuk siap-siap, begitu dia keluar, tiba2 aki mobilnya kendur. Hal ini bisa jadi juga bahwa seandainya, aki mobil tidak kendur dan si pemilik langsung berangkat, dia akan mengalami kecelakaan pada titik ordinat dan menit tertentu, meskipun logika terbatas manusia menganggap bahwa membereskan aki yang kendur hanya membutuhkan beberapa menit yang mungkin tidak berarti bagi kita. Sampai di sini, saya sungguh terkesima dan tersentuh dgn ceramah beliau. Satu pelajaran penting dari ketiga contoh ini adalah bahwa ALLOH MAHA KUASA dan MAHA MENGETAHUI apa yg tidak kita ketahui bahkan mungkin apa yg membuat kita jengkel. Dan menurut saya pribadi di sini ALLOH Menunjukkan BETAPA BESAR CINTA dan KASIH SAYANG-NYA kepada kita..:’(.
Selain tersentuh saya juga merasa tertampar, karena saya sering sekali jengkel saat menyebrang di jalanan Margonda di pagi hari. Karena hampir semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat pada ngebut (mungkin karena mengejar jam kantor) dan sering tidak memberi kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyebrang yang menyebabkan para pejalan kaki -termasuk saya di dalamnya- harus menunggu lama untuk menyebrang (kecuali jika ada Pak Polisi atau Bu Polwan yang membantu). Saya sungguh malu rasanya. Pelajaran berharga yang kedua adalah bahwa kita harus sabar, sabar dan sabar bahkan menurut saya pribadi kesabaran merupakan akhlak terindah dan teragung yang dimiliki oleh seorang muslim dan mencerminkan kesholehannya. Wallohu’alam. Kita harus senantiasa bersabar dan berusaha keras untuk belajar bersabar karena itu tidaklah mudah. Sabar dalam segala hal bahkan dalam hal yang terkecil sekalipun. Karena sabar adalah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sebagai hamba yang fakir, lemah, penuh ketidaktahuan dan penuh kekurangan. Karena kita tidak pernah tahu apa yg akan terjadi pada kita bahkan untuk satu detik ke depan,bukan? (kecuali mungkin para peramal ). Apa yg akan menimpa kita satu detik ke depan?sama sekali tak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi pada kita satu detik ke depan.
Begitu mulianya sikap sabar ini hingga ia disebut berkali-kali bahkan mungkin berpuluh-puluh kali dalam Al Qur’an. Perintah Alloh untuk bersabar mungkin juga ada kaitannya dengan Q. S Al Baqarah : 216 yang berbunyi:
“…Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu,padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. “ (Q.S Al Baqarah: 216).
Banyak ayat dalam kitab suci Al Qur’an ttg kaitanya dgn sabar. Dan sekali lgi menurut saya sabar ( tentu saja sabar yang cerdas) adalah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sebagai hamba yang fakir, lemah, penuh ketidaktahuan dan penuh kekurangan. Sabar dalam musibah atau kesulitan, sabar dalam berusaha, sabar dalam berdoa, sabar dalam segala hal yang kita lakukan bahkan juga sabar dalam bertawakal dan berserah diri. Wallohu’alam
Lanjut ke ceramah ustd, Yusuf Mansur. Contoh lain yang beliau sebutkan , sebuah kisah nyata di suatu tempat (yang klo tdk salah kta beliau kisah ini beredar di BB) bahwa ada seorang perempuan yang akan melewati sebuah gang yang sempit dan gelap, di ujung gang ada sesosok lekaki yang menyeramkan dan menakutkan, sedangkan di gang tersebut hanya ada perempuan tadi dan laki-laki yang menyeramkan tersebut. Perempuan itu berdoa dan berpasrah diri pada Alloh : “ Ya Alloh, hanya Engkaulah Penjagaku dan Pelindung bagiku, tolonglah aku untuk melewati gang ini sehingga bisa selamat sampai ujung gang” (kurang lebih redaksional doanya spt ini). Dan atas Kuasa dan Kasih Sayang Alloh, perempuan tersebut selamat sampai ujung gang tanpa di usik sedikitpun oleh laki-laki menyeramkan dan menakutkan itu.
Esok paginya, tersiar berita bahwa ada seorang perempuan yang lewat sebuah gang yang sempit dan gelap yang dibunuh (naudzubillaahi mindzalik) dan jasadnya langsung dimakan oleh seorang laki-laki (naudzubillaahi mindzalik). Setelah ditelusuri lagi, ternyata gang tersebut adalah gang yang sama yang dilewati oleh perempuan yang selamat tadi malam. Dan waktu terjadinya tragedy tersebut tidak jauh jedanya dengan lewatnya perempuan yang selamat di gang itu. Karena dalam berita tsb dikabarkan bahwa sekitar sepuluh menit sebelum kejadian itu ada perempuan yang lewat di situ dan selamat. 10 menit..subhanalloh. Lantas ketika tersangka (laki-laki menyeramkan dan menakutkan tersebut) diinterogasi oleh polisi mengapa bukan perempuan yang lewat sebelumnya yang dia jadikan korban. Si laki-laki tersebut mengatakan bahwa perempuan tersebut tidak sendirian, dia berjalan bersama seorang laki-laki. Subhanalloh…jadi dalam penglihatan si laki-laki tersangka itu perempuan yang selamat tersebut ada yang menjaga dan menemani.
Kawan, sungguh saya sangat tersentuh dan terharu dgn kisah ini. Betapa Alloh Maha Besar, Maha Menjaga, Maha Penyayang dan Maha Mendengar doa kita??…T_T. Sungguh benar janji Alloh bahwa tentara Nya berada di langit dan di bumi yang selalu menjaga dan diperintahkanNya untuk melindungi kita. Ya Alloh ampuni kami,,
Take us in the best way
Guide us every single day
Keep us close to You
Until the end of time.
(Maher Zain)
Rasa terharu dan tersentuh itulah yang mendorong kuat saya untuk menulis note ini. Mari kita tingkatkan kedekatan kita dgn Alloh, dan kita tingkatkan kesabaran kita untuk mengharap yang terbaik dari Nya. Karena sekali lagi Dia Maha Mengetahui segala apa yang di langit dan di bumi bahkan di jagat raya yang kita tidak pernah tahu betapa luas dan besarnya.
Semoga bermanfaat dan mohon maaf bagi yg tdk berkenan (maaf juga kepanjangan)
*kisahnya hanya sampai di sini,krn saat itu adzan Subuh berkumandang dan ustadz mengakhiri sementara ceramahnya. Setelah itu muncullah judul acara tersebut, ternyata acaranya adalah : “Manajemen Qolbu dengan Sedekah”.

`Depok, 10 maret 2011“

This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s