Krakatau dan Alam Sekitarnya, Sepotong Kecil Keindahan Surga di Lampung Selatan

Minggu lalu, alhamdulillaah saya berkesempatan untuk pergi menikmati akhir pekan di Krakatau dan keindahan alam di sekitarnya. Saya pergi bersama dengan seorang teman ke sana dan kami memanfa’atkan jasa sebuah travel wisata bernama Travel Lokal Indonesia. Kami berangkat pada Jum’at malam tanggal 17 Mei 2013 dengan naik bis jurusan Pelabuhan Merak dan menyebrang merak pada dini hari sekitar jam 01.00, sampai di pelabuhan Bakauheuni, Lampung Selatan sekitar pukul 05.30 setelah Subuh. Setelah itu kami naik angkot sekitar 20-30 menit ke Dermaga Canti. Sesampainya di Dermaga Canti, kami bersih-bersih dan siap dengan baju snorkeling. Kemudian kami naik perahu motor menuju Pulau Sebuku kecil. Perjalanan naik perahu motor ke Sebuku Kecil ini sangat menyenangkan dan menenangkan menurut saya, karena ini kali pertama nya saya naik perahu motor di atasnya sambil menikmati gerakan air laut dan pemandangan alam luar biasa di sekitarnya, gunung menjulang, awan-awan yang putih bersih, langit biru yang menawan, sayang saya tidak bertanya pada guide kami gunung apa yang mengelilingi laut tersebut :(. Pokoknya pemandangan ini mengalihkan dunia kita dari hiruk pikuk yang penuh kesibukan, menjadi hari yang menyenangkan, dengan objek penglihatan yang menyejukkan mata.

Hal ini belum seberapa dibandingkan dengan view pantai luar biasa cantik di  Sebuku Kecil seperti yang terlihat di bawah ini: Image

Pantainya seperti memiliki tiga warna air yang berbeda dan pasir putih yang lembut seolah menjadi penyempurna view pantai di pulau kecil tersebut. Selain itu, air di pinggir pantainya sangat jernih,sehingga kita bisa mengintip sedikit apa yang ada di bawah laut sana. Di sekitar pantai nan cantik ini juga terlihat pulau-pulau kecil hijau yang menambah apik suasana. Puas berfoto-foto ria di pantai Sebuku Kecil,kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Umang-Umang untuk ber- snorkeling. Nah moment inilah yang saya tunggu dan sangat menantang buat saya. Apa itu? Yup..snorkeling….itu pengalaman pertama saya snorkeling. Untuk ber-snorkeling kita harus memakai alat-alat yang yakni yang disebut dengan snorkle (untuk bernafas dan melihat di air laut), kemudian juga pelampung agar tidak tenggelam bagi yang tidak bisa berenang seperti saya..hehe. Tapiiiii..sedih sekali saya  tidak maksimal dalam pengalaman pertama saya ber-snorkeling. Saya nekad dan memberanikan diri nyebur ke laut, tapi ternyata snorkeling tidak mudah (itu anggapan saya saat ini, semoga bisa berubah saat kali kedua nanti, semangat mencoba lagi 🙂 ).  Baru sebentar sekali saya mengintip apa yang ada di bawah laut, snorkle saya sudah terisi air dan memaksa saya untuk naik ke permukaan, air laut yang masuk ke mulut juga membuat saya mual dan tenggelam lah keinginan saya untuk kembali terjun ke dalam air 😦

Namun…meskipun begitu, itu pengalaman berharga buat saya..hehe. Dalam hati sejujurnya saya iri melihat teman-teman seperjalanan saya begitu anteng dan bisa berlama-lama menikmati tarian ikan di bawah laut sana. Yasudahlah..hahaha

Puas ber-snorkeling di Pulau Umang-Umang, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sebesi, tempat kami menginap malam itu. Kami bersih-bersih dari air laut, sholat, makan siang dan istirahat sebentar. Sorenya, kami menikmati semilir air laut sore dan menuju pantai Cianas yang tak kalah eloknya dengan pantai Sebuku Kecil. Di pantai ini, banyak batu2 karang hitam yang tertata penuh artistic dan sangat cocok untuk foto-foto. Panitia menjadwalkan kami ke pantai itu untuk menikmati sunset,namun sayangnya matahari yang hendak ke peraduan terhalang oleh awan sehingga kami tidak bisa melihat anggunnya dia kembali ke peraduan. Di pulau ini, tak kalah indah untuk ber snorkeling ria, tetapi saya memutuskan untuk tidak ber-snorkeling di Pulau ini untuk menenangkan diri saya dan mengevaluasi kesalahan saya di snorkeling pertama..hehe.

Puas foto-foto di Pulau Cianas, kami kembali ke penginapan dan menikmati makan malam di pinggir pantai 🙂 Esok harinya kami dibangunkan pukul 03.00 pagi dan berangkat melihat sunrise di kapal pukul 04.00. Pagi jam 06.30 kami sampai di pantai kaki anak Krakatau dan kami naik ke gunung anak Krakatau dengan ketinggian sekitar 300 meter. Pendakian berpasir, cukup menyulitkan, namun view laut, gunung dan awan yang terlihat ketika kita menengok ke belakang saat pendakian adalah penyemangat mujarab karena siapa yang hatinya tidak menyebut kebesaran Sang Pencipta saat melihat pemandangan seperti ini: Image

Dari Gunung Anak Krakatau kami melanjutkan perjalanan ke Lagoon Cabe, pemandangan bawah laut di sini sangat luar biasa dan kita bisa kasih makan ikan-ikan di bawah laut sembari snorkeling. Di Lagoon Cabe ini saya kembali mencoba ber snorkeling dan lebih berhasil daripada pertama kali saat saya mencoba di Pulau Umang-Umang,meskipun tetap tidak terlalu lama berada di bawah laut hehe.

Nah, di kesempatan kedua ini, saya baru dapat pelajaran bahwa ketika ber-snorkeling, harus menggunakan mulut sebagai alat pernafasan utama, karena ketika tanpa sengaja kita bernafas menggunakan hidung, air akan masuk ke snorkle kita dan akan mengganggu pernafasan kita karena air masuk ke hidung. Saya akhirnya tahu kenapa saya tidak bisa lama-lama di bawah air, karena sering tidak sengaja bernafas pakai hidung. Semoga masih ada kesempatan bagi saya untuk mempraktikkan teori snorkeling ini. Aamiin.

Selesai snorkeling di Lagoon Cabe ini, kami kembali ke penginapan, makan siang, beberes dan kembali ke Jakarta.

Perjalanan kali ini, memberi pengalaman luar biasa bagi saya, selain menjelajah daerah baru, saya juga berkesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang yang sudah menjelajah lebih banyak tempat di berbagai belahan dunia. Mereka membagi pengalaman mereka yang nampak sangat menyenangkan :).

Overall, saya lebih senang jika pegi ke tempat-tempat wisata baru dengan bergabung dengan travel wisata, karena bisa mengenal banyak orang yang belum saya kenal sebelumnya, dari berbagai latar belakang. Seperti mbk cantik yang sekamar dengan saya dan teman saya, dia bekerja di suatu perusahaan minyak asing dan sudah menjelajah hampir semua Negara di Eropa dan sebuah Negara di Amerika Latin (keren!!).

Seharusnya memang ada pelajaran-pelajaran dan manfa’at yang kita peroleh dari sebuah kunjungan ke tempat baru selain untuk suka-suka dan ketawa-ketawa, bahwa dunia ini luas, tidak hanya apa yang kita lihat sehari-hari dan bahwa “di atas langit masih ada langit” , ada orang-orang di luar yang kita kenal yang luar biasa dan memiliki karakter-karakter berbeda di luar dugaan kita.

Oke, see you on the other travelling.

Semoga bermanfa’at Depok, 25052013 🙂

This entry was posted in Travelling. Bookmark the permalink.

1 Response to Krakatau dan Alam Sekitarnya, Sepotong Kecil Keindahan Surga di Lampung Selatan

  1. mohrifaihadi says:

    Keindahan alam memang tak pernah tergantikan oleh kerlap-kerlip lampu kota malam. hehehe
    Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s