Mutiara di Dalam Kerang di Laut Terdalam (2)

Pernah dalam suatu kondisi: Tidak tahu besok mau makan apa

         Ini adalah contoh kasus nyata dari tulisan saya terdahulu yang berjudul “Mutiara di Dalam Kerang di Laut Terdalam” tentang orang-orang yang sangat menginspirasi, berbuat banyak dan berkorban untuk kebaikan orang lain, namun jauh dari hiruk pikuk media publikasi dan popularitas. Hari ini saya ikut acara bakti social (baksos) pasar sembako murah di Desa Susukan, Bojonggede, hasil kerjasama tim Sedekah Brutal (dimana saya tergabung di dalamnya) dan Flohope ID (sebuah komunitas social yang memberdayakan ibu-ibu penyapu jalanan di UI). Selain baksos, ada juga penyaluran dana modal usaha untuk ibu-ibu penyapu jalan di UI dan bantuan untuk PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Nurul Jannah. Kami bertemu dengan pendiri/inisiator PKBM tersebut yakni Bapak Odang. Bapak Odang menceritakan proses dan awal mula berdirinya PKBM Nurul Jannah yang penuh dengan tantangan dan cobaan.

           PKBM ini didirikan tahun 1997, dengan kondisi keluarga Pak Odang yang juga masih sangat membutuhkan bantuan, rumah yang masih gubuk (gubuk dalam makna sebenarnya bukan konotasi), keluarga yang menentang rencana pendirian PKBM tersebut dsb dengan mengatakan bahwa Pak Odang sendiri masih membutuhkan bantuan. Namun Pak Odang sudah membulatkan tekad dan tetap maju tak gentar. PKBM awalnya bermarkas di rumah Pak Odang untuk beberapa lama sampai ada yang mewakafkan tanah dan ternyata tanahnya masih dalam sengketa. Untuk kedua kalinya, ada orang yang mewakafkan tanah dan bangunannya untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan PKBM. Namun, ternyata tanah tersebut juga masih sengketa sampai-sampai Pak Odang didatangi segerombolan kopasus dengan kondisi rumah yang “seperti itu” sampai-sampai Komandan Kopassusnya bilang bahwa : “Ini adalah kasus terkecil yang pernah saya tangani”. Namun akhirnya, sengketa tersebut memenangkan Pak Odang karena beliau sudah memegang surat tanda wakaf dan bukti-bukti yang lain (tadi saya ke-skip) dan tentu saja atas berkat pertolongan Alloh, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

            Pak Odang ketika mengabdikan diri untuk mengajar di PKBM tersebut juga sangat total, meski belum terpikir besok mau makan apa (pekerjaan ditinggal)  ini yang membuat saya sangat salut. Dan entah darimana datangnya menurut Pak Odang ada saja rezeki yang datang (Subhanalloh  ). Alloh Maha Besar, Maha Kuasa atas segala sesuatu di luar dugaan manusia.
            Ada lagi cerita tentang ibu-ibu penyapu jalan yang membuat kita harus mikir sejuta kali untuk tidak bersyukur, Ibu Sri namanya. Beliau single parent memiliki 3 putra, berangkat jam 4 pagi untuk bekerja sebagai penyapu jalan kampur UI, jalan kaki kemudian naik angkot dilanjutkan naik kereta dari stasiun terdekat sampai ke stasiun UI. Sampai jam4 sore, Ibu Sri melanjutkan pekerjaan di tempat lain sebagai Office Girl (OG) hingga jam12 malam. Can you imagine that? Seorang ibu yang berusia sekitar 38th, hidup dan berjuang sendiri untuk ketiga putra tercinta, tanpa mengeluh malah justru tersenyum paling lebar diantara teman-temannya. MasyaAlloh…masih kah kita mengeluh? Mengeluh lapar padahal kita tinggal beli?mengeluh lelah bekerja padahal kita kerja di tempat ber-AC? Mari berkaca terutama saya juga 
                 Ini adalah bukti lain bahwa tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, di bawah kolong langit ini. Kita bertemu dengan berbagai macam orang, datang dan pergi silih berganti. Sekilas atau lama kita bertemu mereka, mereka membawa pesan untuk kita. Pesan-pesan kehidupan sebagai bahan renungan,cermin untuk kita. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mengambil pelajaran. Aamiin

Depok, 16062013

This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s