Kopyah Lebaran dari Ibu

Petang menjelang Isya’ , di malam terakhir Ramadhan yang syahdu ini, akan aku tulis sebuah kisah, sepotong kecil cerita yang membuatku haru dan menangis bangga hari ini. Ialah kisah tentang perempuan luar biasa, perempuan sederhana yang ingin memberikan “kemewahan hidup” bagi putra-putrinya, ialah ibuku..

Ibuku perempuan kuat, perempuan hebat dan seperti tak memiliki rasa lelah. Fisiknya terus saja bergerak, melakukan sesuatu, melakukan apa saja yang bisa dilakukan, beliau tidak pernah bisa untuk tinggal diam. Beliau mengurus banyak hal, pekerjaan beliau, rumah, suami, anak-anak beliau meski anak-anaknya sudah besar, cucu dan semua keperluan rumah.

Satu hal yang membuat aku menangis sore ini adalah sepercik cerita tentang kopyah. Adik saya,yang laki-laki satu-satunya diantara kami berlima, kemarin meminta kopyah kepada ibu, ibu yang aktivitas sehari-harinya memang di pasar (ibu saya pedagang) mengiyakannya. Namun, sore tadi pas pulang dari pasar seperi biasa, Ibu lupa membelikannya,karena menjelang lebaran memang ibu lebih sibuk daripada biasanya. Ada sedikit kekesalan di hati adik saya, dan puncaknya adalah ibu membentak adik saya. Saya tahu, sangat tahu dan paham bahwa ibu memang capek, ibu lelah dan sama sekali tidak bermaksud membentak adik saya, apalagi ibu sangat menyayangi adik saya y ang anak laki-laki satu-satu..adik saya saja yang nggk bisa maklum.

Adik saya malah nggak mau berbuka puasa, nggak mau makan. Padahal masakan udah banyak banget, satu meja penuh. Demi menghibur adik saya, ibu saya yang sangat lelah tersebut seketika selepas maghrib mengajak ayah saya ke toko  dan membeli kopyah. Sungguh saya banjir melihat ini semua..ibukuuuuu T_______T

Robbighfirli waliwalidayya warhamuma kamaa robbayani shoghiro..Dari pagi padahal ibu sudah beraktivitas, sejak bangun jam 02.30 pagi, memasak untuk sahur untuk anak-anak dan cucu beliau yang sedang berkumpul di rumah, bikin kue lebaran kesukaan ibu, ngurus dagangan, kemudian ke pasar kirim dagangan tersebut ke pelanggan. Bahkan di sela-sela aktivitas beliau, siang sebelum berangkat ke pasar, beliau sempatkan menggendong cucu perempuan beliau, anak kedua dari putri keduanya.

Bagaimanapun lelah dan capeknya fisik seorang ibu, beliau tidak akan pernah tega meninggalkan putra-putrinya dalam kerisauan,dalam kekecewaan…ibu saya memang super..sangat super..I love you full Mom <3.

Ya Alloh,malu rasanya saya capek sedikit saja mengeluh, malas melakukan apa-apa..semoga Alloh menganugerahkan saya memori yang kuat untuk menyimpan cerita mengharukan sekaligus membanggakan saya memiliki ibu, seperti ibu saya..aamiin

Semoga Alloh karuniakan kesehatan pada ibu dan ayah saya, limpahkan kelancaran dan keberkahan urusan beliau. Semoga Alloh berkenan menghimpun saya dan kedua orang tua saya di surgaNya kelak, meskipun itu butuh perjuangan luar biasa..aamiin Ya Kariim :’)

Di dinginnya Magetan, 6 Agustus 2013 @lovely home

This entry was posted in The Special Mowan in My Life. Bookmark the permalink.

1 Response to Kopyah Lebaran dari Ibu

  1. meu says:

    sulliii…. amiin.. jadi inget ibu aku juga (walapun hampir tiap minggu ketemu) terharu… :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s