Kaleidoskop 2014

Entah..mungkin agak telat untuk membuat review kehidupan yang saya lalui tahun 2014, tetapi daripada ide ini hanya mengendap di otak saya, jadi mungkin lebih baik saya tuangkan. Well, ada banyak hal suka dan duka yang saya lalui di tahun 2014. Ada senyum, ada tawa, ada kegagalan, ada keberhasilan yang semuanya membawa hikmah dan pembelajarannya masing-masing. Beberapa peristiwa penting dan sakral dalam kehidupan kebanyakan manusia saya lalui di tahun 2014.

#Tertolak di BI pada Tahap Terakhir
Mengawali tahun baru 2014,yakni pada malam tahun baru 1 Januari 2014 saya dihadapkan pada kegagalan seleksi ke sebuah institusi yang sangat saya inginkan. Kegagalan yang kedua kalinya dan di tahap-tahap puncak. Tidak mudah untuk menerima hal ini dengan kondisi dimana saya sudah mengabdi untuk institusi ini hampir 2 tahun, apalagi ketika itu harapan saya terlanjur besar, jadi rasa sakitnya makin besar. Kecewa, marah, sedih, sakit hati semua rasa itu ada. Namun, saya percaya selalu ada hikmah dan hadiah dari setiap kegagalan. Saya lebih menganggapnya sebagai sebuah teguran untuk terus memperbaiki diri dan lebih mendekat kepadaNya.

#Menikah di 17 Agustus 2014
Inilah moment puncak dari kaleidoskop saya tahun 2014. Moment yang mengubah status saya, hak dan kewajiban saya dan hampir semua bagian dalam hidup saya. Tertolaknya saya dalam proses rekrutmen BI menyisipkan sebuah bisik di hati saya bahwa mungkin saya harus menyegerakan menikah terlebih dahulu, apalagi proses menuju sebuah keseriusan dengan seseorang sedang saya jalani. Saya berpikir bahwa mungkin hikmah dari tertolaknya saya masuk BI adalah bahwa saya harus menikah terlebih dahulu. Alhamdulillaah semua lancar dan taaaaraaa..now I’m a wife of someone. Saya harus izin kepada suami kemanapun saya pergi, saya harus menuruti perintah dan kemauan dia, saya harus menghormati dia di atas siapapun manusia di muka bumi ini. Dan alhamdulillaah saya menikmatinya. Tahun 2014 semoga menjadi moment kebangkitan hidup saya.

#Memulai Bisnis Fashion Online
Sebenarnya berbisnis bukan hal yang baru bagi saya, sejak kecil saya sering membantu kedua orang tua saya berjualan dan menghasilkan uang sendiri. Pun zaman kuliah, lulus kuliah saya mencoba beberapa bisnis kuliner kecil-kecilan. Tapi pada Februari 2014 ini yang saya dirikan bersama 3 teman saya yang lain adalah bisnis baju dengan sistem online. Saya excited sekali waktu itu meskipun banyak tidak fokusnya karena disambil kerja. Tetapi, sampai sekarang ada komitmen di hati kecil saya bahwa saya ingin bisnis ini membesar dan memberikan manfaat untuk orang banyak selain juga menjadi passive income saya di usia pensiun nanti. Saya ingin terus belajar bagaimana agar bisnis ini membesar dan memberikan manfaat yang besar juga. Mohon do’anya 🙂

#Gagal Beasiswa ADS
Ini adalah beasiswa sekolah di luar negeri pertama yang saya apply. Kuliah di luar negeri adalah salah satu cita-cita saya yang sangat ingin saya wujudkan (semoga Alloh kabulkan..aamiin). Saya sangat semangat untuk mengisi form aplikasi beasiswa ini, saya persiapkan dengan cukup jauh-jauh hari. Namun, ternyata Alloh menakdirkan saya gagal di bagian administrasi. Sebenarnya memang bukan Australia negara tujuan saya kuliah S2. Jadi alhamdulillaah tidak terlalu bersedih, selain itu, memang saya sadari masih banyak kekurangan saya terutama mungkin pengisian form aplikasi dan pembuatan essay yang saya terlalu pede dan tidak meminta pertimbangan atau koreksi dari teman-teman saya. Tetapi, alhamdulillah saya bisa belajar dan mengetahui kesalahan saya. Ikhtiar saya belum optimal.

#Gagal Beasiswa Chevening
Kalau kegagalan yang ini cukup sangat menyakitkan karena saya tidak teliti dan detail dalam mengisi form aplikasi (ini salah satu kelemahan saya yang saya berazzam untuk memperbaikinya). Sedih sekali rasanya. Saya gagal di requirement teknis yang sudah saya penuhi tetapi saya salah mengisi. Kesedihan bertambah-tambah karena saya sudah menyiapkan aplikasi beasiswa ini berbulan-bulan sebelumnya, meminta teman saya untuk melakukan koreksi essay yang saya buat dan ikhtiar-ikhtiar lain yang saya perbaiki dari kesalahan ketika apply beasiswa ADS. Tetapi, lagi Alloh Maha Baik..insyaAlloh Dia punya rencana lain, jalan takdir lain yang harus saya lalui.

#Resign dari Tempat Kerja
Hahaha..ini adalah sebuah keputusan yang cukup berani yang saya ambil. Meninggalkan zona nyaman yang memberikan saya gaji lumayan, teman-teman kerja yang menyenangkan, lingkungan yang kondusif demi sebuah alasan: saya butuh tantangan. Ya..saya sudah hampir 3 tahun berada di institusi ini dengan status yang sama, pekerjaan yang sama, ketidakpastian yang sama. Jenuh, sedih, bosan, lelah saya lalui setiap hari. Rutinitas yang sama yang harus saya lalui tanpa kepuasan batin dan kemantapan jiwa. Akhirnya saya ambil keputusan ini dengan bismillaah. Sebenarnyaa saya sudah berusaha menahan diri untuk tetap bertahan di tempat ini, tetapi saya tidak ingin menyesal 10 atau 20 tahun kemudian karena saya tidak berusaha mengambil risiko, belajar hal baru dan membangun hidup dari awal. Semoga keputusan ini tepat dan memang ini yang terbaik..aamiin.

#Jalan-Jalan ke Padang
Yeaaayyy..ini bagian yang paling saya suka setelah saya menikah pada Agustus 2014. Jalan-jalan selalu membuat saya excited, penasaran dan bersemangat. Apalagi jalan-jalannya ke tempat yang benar-benar baru dan juga perginya sama suami dan keluarga suami. Senang dikenalkan sama keluarga ibu mertua di Padang, mengunjungi objek-objek wisata alam dan budaya nan menawan di Padang. Sungguh sangat menyenangkan. Semoga di tahun 2015 ini Alloh izinkan untuk mengunjungi bumiNya yang lain agar semakin bisa mentafakuri ciptaanNya..aamiin 🙂

Well, itulah moment-moment penting saya di tahun 2014. Sedih sih rasanya menapaktilasi 2014 yang saya lalui, masih banyak kegagalan di sana sini, ukuran saya masih kesuksesan dan kegagalan di dunia. Seharusnya saya lebih bisa mengukurnya dengan dimensi yang lebih hakiki, lebih membahagiakan dan menenangkan. Di sini lain, saya bersyukur 2014 memberikan banyak pelajaran bagi saya untuk menggapai apa-apa yang belum berhasil di tahun itu, apa-apa yang harus saya perbaiki di tahun itu terlebih pelajaran untuk lebih dekat denganNya. Tahun 2015 insyaAlloh akan lebih baik. Tahun 2015, usia saya akan 26 tahun, usia yang matang untuk terus belajar menjalani kehidupan dengan mantap, menemukan jati diri dan potensi untuk kemudian menggunakannya dengan sebesar-besar manfaat bagi diri, keluarga, dan manusia lainnya.

Welcome 2015..cayooooo!!!

Depok, 05012015

This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

1 Response to Kaleidoskop 2014

  1. Ganbatte, ne!
    toss dulu dong (hi-five)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s