Kebahagiaan dan Kesedihan Hakikatnya Sama

images

Berhasil-gagal, bahagia-sedih, kehilangan-mendapatkan, kaya-miskin, cantik-biasa saja, terkenal-orang biasa, pejabat-rakyat, sehat-sakit dan segala hal yang ada identik dengan kebahagiaan dan kesedihan di dunia ini pada dasarnya adalah sama. Lho kok bisa? Iya sama, segala hal itu adalah sama-sama ujian. Ujian dari Tuhan Yang Maha Penyayang kepada kita hamba-hambaNya. Jika selama ini kita menganggap bahwa ujian adalah hanya berkaitan dengan hal-hal yang sedih dan menyakitkan, mungkin hal itu tidak sepenuhnya benar. Kesenangan dan kebahagiaanpun bisa menjadi ujian bagi seseorang.

Ujian seperti apa? Ujian apakah kita mampu dan mau bersyukur atas KeMahaKuasaan Tuhan atas pemberianNya pada setiap hal yang mendatangkan kebahagiaan dan memanfaatkan hal-hal itu secara positif atau sebaliknya kita selalu merasa kurang dan merasa itu semua hasil kerja keras kita sendiri. Sejalan dengan itu, ujian apakah kita mampu dan mau bersabara atas setiap kesedihan, kegagalan yang kita terima, tetap bisa berbaiksangka kepadaNya atau sebaliknya kita larut dalam kesedihan, meminta belas kasihan manusia dan menyalahkan Tuhan atas keburukan yang menimpa kita.

Saya selalu senang dengan konsep ujian bahwa kebahagiaan dan kesedihan adalah sama-sama ujian. Karena dengan memahami hal ini, kita jadi berpikir ulang jika mau iri/dengki dengan kebaikan-kebaikan yang diterima oleh orang lain (kebaikan yang bersifat duniawi), karena hal itu merupakan ujian bagi orang tersebut apakah mau bersyukur atau tidak. Di satu sisi, dengan memahami hal ini, kita juga tidak akan berbangga diri melihat kegagalan/kesedihan/kemiskinan yang dialami orang lain karena bisa jadi hal itu merupakan nikmat dariNya untuk mengangkat derajat orang tersebut.

Setiap manusia memiliki porsi ujian masing-masing, ada yang diuji dengan jabatan duniawi, kekayaan berlimpah, kecantikan, kecerdasan, keluarga, dan ada juga yang diuji dengan kemiskinan, kegagalan, status dsb. Porsi ujian itu adalah rahasia dan kuasa Tuhan sepenuhnya, hak prerogatifNya dan kita tidak bisa meminta mau seperi apa kita diuji, tugas kita adalah bersabar atau bersyukur serta selalu berbaik sangka kepadaNya. Apa yang terima dan kita jalani saat ini, bisa jadi itu merupakan ujian bagi kita, mau bersyukur atau kufur, mau sabar atau berkeluh kesah.

Syukur dan sabar adalah dua konsep luar biasa agar jiwa kita lapang, hati kita tenang dan hidup jadi terarah. Keduanya adalah kendaraan bagi setiap orang beriman yang tidak peduli kita mau memilih yang mana, keduanya adalah sumber keselamatan kita. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Khalifah Umar bin Khatab r.a:

“Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)

Sebagaimana juga diucapkan oleh ulama besar Indonesia, Alm. Buya Hamka:

“Syukur dan Sabar itu seperti sayap. Sayap sebelah kanan adalah syukur, sayap sebelah kiri adalah sabar. Jika patah salah satunya jatuhlah kita”

Syukur dan sabar keduanya mengundang pahala yang sama, mengundang kemuliaan yang sama bagi yang melaksanakannya. Diibaratkan orang yang berpuasa dan orang yang tidak berpuasa (sunnah). Orang tidak berpuasa dan kenyang kemudian bersyukur sama dengan orang yang berpuasa dan bersabar dengan puasanya. Bukan berpuasa lantas berbangga diri atau tidak berpuasa lantas menyesali diri. Seperti yang disabdakan Rosululloh SAW:

“Orang yg makan lagi bersyukur akan mendapat pahala seperti seorang yg berpuasa lagi bersabar”. [HR. ibnumajah No.1755].

“Orang makan yg bersyukur setara dengan orang berpuasa yg bersabar.” (HR Bukhari)

Dari Abi yahya Shuhaib bin Sinan RA. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menakjubkan keadaan orang mumin, karena segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang mumin. Bila ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, yang demikian itu baik baginya. Dan bila ia tertimpa kesusahan ia juga bersabar, yang demikian itupun baik baginya”.

Semoga apapun kondisi kita saat ini, apapun ujian yang harus kita hadapi saat ini, kita diberikanNya pertolongan untuk bersabar dan bersyukur serta senantiasa berbaik sangka kepadaNya, karena berbaik sangka kepada Tuhan adalah juga bentuk ibadah yang indah.

Aamiin 🙂

Depok, 13012015

This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s