Gangguan Bicara pada Anak

“Rata-rata gangguan bicara terjadi karena kurang stimulasi. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi lebih sering di rumah,” ungkap dr Amendi Nasution, Sp.KFR(K) dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya menanggapi masalah Edo dalam talkshow kesehatan anak di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain kurang stimulasi, keterlambatan bicara pada anak juga terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, orangtua menerapkan bilingual di rumah, adanya keterlambatan di aspek lain, gangguan sensori, dan gangguan pendengaran.
Stimulasi tepat pada otot lidah dan mulut juga turut mendukung kemampuan bicara. Amendi menerangkan, otot mulut dan lidah membantu bicara terutama pengucapan huruf mati atau konsonan. Jika anak cadel, biasanya otot lidah atau otot untuk mengunyah kurang berfungsi dengan baik.
Amendi mengatakan, kalau anak mengalami gangguan bicara, beberapa aktivitas sederhana di rumah bisa dipraktikkan untuk membantu mengatasinya.
Memperdengarkan lagu anak ciptaan AT Mahmud bisa menjadi salah satu caranya. Lagu-lagu anak ini sangat sederhana. Anak bisa membeo, dan secara perlahan anak bisa menggunakan kata-kata yang ia sering dengar dari lagu tersebut, saran Amendi.
Aktivitas lain di rumah bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang terlambat bicara, di antaranya :
* Matikan televisi saat tidak ditonton. Suara televisi mengganggu konsentrasi anak mendengar percakapan.
* Ajari anak bahasa isyarat.
* Gunakan flash card bergambar sederhana, dan minta anak sebutkan dan mengulangi apa yang dilihatnya.
* Berlatih meniup sedotan misal meniup kapas di meja. Cara sederhana ini membantu menguatkan otot wajah dan mulut yang banyak digunakan saat bicara. Anak juga bisa dilatih dengan minum menggunakan sedotan.Pilihkan sedotan unik sehingga anak merasa tertarik melakukan aktivitas ini.
* Taruh benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga anak terpancing bicara meminta bantuan untuk mengambilnya. Ajarkan anak meminta bantuan menggunakan bahasa isyarat dan ajarkan cara pengucapannya.
* Selalu puji anak saat berusahaan atau berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut.
Penulis: Wardah Fajri
Editor: Asep Candra
http://m.kompas.com/health/read/2013/10/28/1736179/Terapi.Sederhana.Atasi.Anak

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s