Menjadi Ibu Bahagia dan Bijak di era Platinum”

Sebelum bicara ttg persoalan pengasuhan dan anak di era digital. Seorang ibu dan bapak seharusnya melihat kembali ( look into yourself) atitude2 atau sikap2 yang perlu dibenahi bahkan direvolusi. yaitu dengan
1. Menengok diri sendiri:
– mengenali diri sendiri sebagai wanita paruh baya/mid life ( usia 30 keatas) >> dibahas panjang sekali ttg midlife.
– mengetahui sisa umur akan digunkan untuk apa

– mid life >>midlescence( krisis paruh baya) pria dan wanita akan mengalami perubahan fisik dan emosi. Mengalami menopuse. Bukan hanya prempuan laki2 juga akan mengalami menapouse.
Mencegah krisis paruh baya:
1. Menerima! ar rum: 54
2. Slesai urusan dengan diri sendiri. Dengan menemukan benih masalah apakah: trauma masa kecil, kelelahan jiwa,mimpi2 yang tdk terpenuhi,dsb.
3. Membuang trauma ( konflik, bencana,dsb)>> bisa dengan “Hand kataleptik”/ mestimulasi diri sendiri
4. Lakukan pekerjaan mulia, dengan:
– memaafkan&berlapang dada ( wa’fuanhum)
– meminta ampun ( wastaghfirlahum)
– Bermusyawarah
– Berdamai dengan persoalan dan menyelesaikan ( Faidzaa azzamta fatawakkal alallah)
Ttg Otak:
1. Batang otak>> melawan,mmpertahankan diri. Ada juga pada reptil
2. Otak tengah >> perasaan
3. Depan ( topi) >> fikiran
Manusia memiliki ke3 nya. Yang jika diasah bagian 2 dan 3 akan muncul berbagai macam kecerdasan. Tapi jika setiap waktu hanya berkutat pd masalah yg akan berfungsi hanya batang otak /korteks sehingga Menjadi kasar, menyimpang,dsb.
5. Terima kenyataan.
Setiap yg hidup pasti memiliki masalah, hanya bagaimana mengolah masalah agar semakin pintar dlm mengelola hidup.
6. Komunikasikan kebutuhan :
– mengertilah pasangan
– perlu ruang
– percaya diri
-saling membantu untuk mekar di usia tahap ke 2 🙂
– bersama menghadapi masalah. Jangan sepotong2..masalah anak bukan masalah ibu tapi jg ayah. Seorang ayah bukan peng acc saja, seorang ayah adalah juga pengelola masalah. Jangan terima beres saja!
6. BERSYUKUR al ahqaf: 15
Tentang pengasuhan anak/ generasi based on latar belakang masalah
1. Pemurtadan
2. Miras
3. Narkoba
4. Games
5. Pornografi
6. Hamil diluar nikah
Bencana terbesar bukan tsunami, bukan banjir, bukan longsor bencana tersebut adalah asbab dari bencana yg lebih besar: Kerusakan Otak pada generasi.
Dibahas jg ttg pornografi.betapa semua fihak saat ini sedang secara besar2 an menggempur jiwan dan mental anak2 kita dgn pornografi lewat hp, games, situs2 porno, gay,lesbi,homo, incest dsb, dan semua itu sdh akan terlegitimasi scr legal. Kaum LGBT sdh meminta restu pbb untuk mengesahkan pernikahn sejenis di indonesia.
Silakan cek: aruspelangi.or.id, OK2BME, CONQ > love,life and politic
ww.guetau.com
Pada slide juga ditampilkan hasil2 riset dan survey ttg kegiatan pornografi anak dikenal oleh anak paling tinggi dari rumah mereka masing2. Video porno dsb krn Akses terhadap gadget sgt sering.
Sasaran pornografi yg utama adalah anak laki laki karena:
1. Anak laki2 memakai otak kiri lbh kuat
2. Anak laki2 mudah fokus
3. Testosteron lebh banyak
4. Alat vital anak laki2 diluar
5. Anak laki2 yang 3s: smart, sensitive, spiritual. Sekolah di sdit,dsb tidak menjamin anak2 selamat dr ancaman tsb.
6. Anak laki2 yang ber ayah tapi tak ber ayah ( tdk dekat, ayah tdk mau ikut campur,yg diurusin kerjaan melulu)
7. Anak anak yg ber ibu tapi tdk ber ibu ( yang ibunya sehari bekerja diluar rumah anak2nya lbh berpotensi mjd sasaran :((
8. Anak2 yang BLAST ( boring,lonely,angry,afraid,stress,tired) salah satunya 6 tahun sdh SD!
Anak perempuan lebih tidak terangsang dgn foto2/ gambar, tapi lbh dengan kata2, chating room, sosok yang dicintai dsb yang tdk luput dr ancaman tindakan asusila di internet.
Solusi???
1. Revolusi Pengasuhan
>> salah satu orang tua harus berhenti bekerja!
2. Hanya kita yg harus menjadi baby sitter Allah untuk anak2 kita bukan art,bukan day care, bukan nenek, bukan tetangga!
3. Dual parenting ( pengasuhan anak yg dilakukan pasutri)
4. Membuat perencanaan keluarga>> laksanakan>> evaluasi, bgt sterusnya.
Kuncinya: peran Ayah!
5. Look into yourself!
Jika anak2 sdh kecanduan gadget dan pornografi ;
1. Lakukan komunikasi berdampingan jgn berhadapan
2. Meminta maaf kepada anak atas tdk terpenuhinya hak2 mrk. Ini penyebab utama anak mencari kesenangan2 diluar.
3. Komunikasikan harapan2 kita kpd anak.
Sekian
Note: Amanah ibu Elly: peserta diminta membagi ilmu ini kepada 3 orang, karena anak2 kita bermain dan berinteraksi dgn mereka:
1. Sodara kandung/ ipar >>anak mereka sepupu anak kita
2. Tetangga
3. Orang tua kawan anak di sekolah!
Moga bermanfaat*
You can share if you care!

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s