Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah

Alhamdulillaah hari Jum’at (19062015) kemarin diumumkan penempatan orientasi untuk kami para peserta Pendidikan Calon Staf (PCS) OJK Angkatan 2. Alhamdulillaah saya mendapatkan penempatan di Jakarta dan di Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan (DPIP). Saya sangat bersyukur mendapatkan penempatan di departemen ini dengan harapan bahwa saya akan banyak belajar enam bulan ke depan di departemen ini.
Sesungguhnya awalnya saya berharap saya ditempatkan di Departemen Perbankan Syariah (DPBS) khususnya di bagian edukasi dan literasi keuangan syariah. Tentu saja saya memiliki tujuan yang baik untuk bagian ini. Saya ingin ikut serta dalam pengembangan keuangan syariah Indonesia dengan meningkatkan edukasi dan memperluas literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia, tetapi ternyata takdir berkata yang lain. Saya percaya ini yang terbaik dan insyaAlloh berkah karena hari-hari menjelang penempatan saya selalu berdoa untuk ditempatkan di tempat yang Dia Berkahi.

Oke, tujuan utama saya membuat tulisan ini adalah mengenai sangat pentingnya edukasi dan literasi keuangan syariah untuk memacu perkembangan dan kemajuan keuangan syariah Indonesia guna mewujudkan target pangsa pasar syariah yang sebesar 5% dan mudah-mudahan lebih besar lagi nantinya. Belakangan ini saya berpikir bahwa ketika pemerintah dan pelaku kebijakan sangat berpihak pada keuangan syariah, tetapi jika masyarakat kita belum aware atau belum memiliki literasi yang baik mengenai keuangan syariah, maka menurut saya target 5% itu mungkin akan bisa dicapai tetapi akan menjadi semu. Mengapa semu? Karena perkembangannya hanya di tingkat industri saja, belum tentu masyarakat kita benar-benar memahami dan mengerti filosofi mengenai keuangan syariah. Oleh karena itu, betapa sangat pentingnya edukasi dan literasi syariah ini.
Keuangan syariah memiliki filosofi yang sangat mulia, sangat memperhatikan kesejahteraan semua pihak terlebih lagi sauadara-saudara kita yang kekurangan. Namun, filosofi ini akan berhenti di tempat, tidak jalan atau bahkan rusak jika masyarakat tidak memiliki kejujuran dalam menjalankannya. Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:
1. Prinsip bank syaraih yang membedakan dengan bank konvensional adalah prinsip bagi hasil yang tidak hanya membagi keuntungan tetapi juga menanggung bersama kerugian. Dalam sebuah pembiayaan yang diberikan bank, nasabah memberitahukan kepada bank bahwa usaha yang dia jalankan atas modal yang diberikan bank mengalami kerugian sehingga bank juga ikut menanggung kerugian. Namun, apabila nasabah mendapatkan keuntungan yang besar, apakah dia akan melaporkan secara jujur keuntungannya kepada bank sehingga bank mendapatkan hak yang sama besarnya sesuai dengan proporsi yang disepakati? Inilah pentingnya edukasi dan literasi itu bahwa dalam keuangan syariah harus ada kejujuran, keadilan dan sifat-sifat mulia lain. Hemat saya, mungkin hal ini pula yang mendasari kenapa bank lebih memilih untuk menyalurkan pembiayaan dalam bentuk akad murabahah atau jual beli dibandingkan dengan akad bagi hasil misalnya mudharabah dan musyarakah, karena murbahah relatif lebih mudah skema nya dan lebih less risk bagi bankk syariah.
2. Dalam keuangan syariah kita diperintahkan untuk memberikan tenggang waktu yang cukup bagi orang yang berhutang kepada kita tanpa denda atau malah dihapuskan hutang tersebut sebagai bentuk pengamalan salah satu firmanNya di Q.S Al Baqarah: 282. Apabila bank syariah menerapkan hal ini melalui pinjaman Qardhul Hasan-nya, apakah nasabah yang diberikan pembiayaan dapat dijamin tidak memanfaatkan hal ini untuk mengambil pembiayaan sebanyak-banyaknya karena tidak perlu dikembalikan? Jika bank tidak sangat teliti sebelum penyaluran pembiayaan, maka hal ini bisa saja terjadi.

Kondisi masyarakat kita saat ini masing sangat memprihatinkan, ketidakjujuran ada dimana-dimana, ketidakadilan ada dimana-mana. Oleh karena itu, selain melakukan kebijakan di level atas (pemerintah dan regulator) untuk mendukung perkembangan yang penerapan keuangan syariah yang berkelanjutan, diperlukan perbaikan di masyarakat kita melalui penggalakan literasi dan edukasi keuangan syariah.

Selintas pikir dari saya, semoga bermanfaat dan semoga kita bisa ikut serta dalam mengamalkan mendukung perkembangan keuangan syariah di Indonesia. Aamiin

Depok, 21062015

This entry was posted in Learning Outside. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s