Evaluasi, Hari Itu…

Bikin acara nikahan diri sendiri dan mayoritas diurus sendiri terutama untuk hal-hal yang krusial, di satu sisi seru dan di sisi lain ternyata nggk sempurna-sempurna banget, selalu ada hal yang kelewat atau kurang pas baru ngeh ketika sudah selesai . Tetapi yang terpenting dari semua adalah acara berjalan dengan lancar..selalu ada hal yang harus disyukuri, dan di sisi lain kekurangan-kekurangan itu bisa jadi evaluasi ketika nanti ngadain nikahan anak..(hahaha..kejauhan)
Nah, ini dia nih hal-hal yang terlewat atau yang kurang pas di nikahan saya kemarin:
1. warna kerudung akad
Bagian ini sebenarnya yang bikin saya sedih dan menyesal sampai sekarang (tapi ya nggak sedih-sedih banget sih..hahaha), adalah warna kerudung akad nikah saya yang tidak putih. Meskipun tidak ada keharusan memakai kerudung warna putih, tetapi ketika memakai kebaya putih dan kerudungnya abu-abu, ternyata pas di foto jelek…huhu.
Awalnya ketika dirias saya nggak ngeh, karena penekanan saya adalah yang penting syar’i dan menutup dada, nggak terlalu ngeh dengan warna. Padahal saya sudah menyiapkan membeli kerudung bergo sendiri warna putih yang cukup mahal. Tetapi nggk kepikir waktu dirias..huhu.
Kata suami saya, mungkin karena kami mengurus beberapa hal sendiri makanya konsentrasi kami terpecah, sehingga kami lebih banyak memikirkan hal-hal teknis daripada kesyahduan acara kami. Dan memang benar sih rasanya menjelang akad nikah sendiri sungguh sangat berbeda dengan menjelang akad nikah orang lain. Justru akad nikah sendiri, nggk ada deg-deg an nya T_T.
Hal ini mungkin juga karena saya lebih banyak memikirkan kehidupan setelah pernikahan nanti, karena menikah itu selain mengubah status, tanggung jawabnya lebih besar, sob..hehe.
2. Baju resepsi
Baju resepsi kurang syar’i karena saya nggak ngeh sebelumnya dalam meminta kepada baju resepsi seperti apa yang saya inginkan. Selain itu, mungkin waktu itu harusnya saya menjahitkan satu baju khusus untuk resepsi biar lebih customized dan lebih puas. Buat teman2 yang akan menyelenggarakan resepsi pernikahan dan ingin tampil syar’i, sangat saya sarankan untuk benar-benar menyiapkan hal ini dan meminta detail-detailnya kepada perias tidak menyesal. Bisa juga pilihan lain adalah dengan menjahitkan sendiri baju resepsi atau menyewa di tempat persewaan baju pernikahan yang saat ini mulai banyak bermunculan.
3. Celana Akad Nikah Suami
Ini yang miss nya agak parah, sepertinya suami saya waktu fitting hanya mencoba baju atasannya saja, sedangkan celananya lupa tidak fitting jadilah pas hari H ternyata nggk muat dan harus pakai celana warna hitam, jadilah suami saya lebih mirirp memakai baju koko daripada baju akad nikah 
4. Travel tempat sewa mobil
Waktu menyelenggarakan pernikahan, tamu-tamu saya banyak yang berasal dari Jakarta, jadi sebagai tuan rumah yang baik, saya harus menyediakan jemputan ke stasiun/bandara serta menyediakan penginapan untuk tamu-tamu saya. Nah, untuk jemoutan ini saya menyewa/rental mobil di Mitha Travel, di daerah sekitar Taman Asri, Magetan. Pemiliknya sih bilang ke saya klo mobil-mobilnya baru semua varian all new Toyota, tapi ternyata kata driver yang saya sewa, ada mobil yang mogok di tengah jalan ketika menjemput tamu-tamu saya. Selain itu, saya baru tahu belakangan klo harga sewa mobil itu lebih mahal daripada di rental-rental yang lain. Tanpa bermaksud menjatuhkan atau mematikan pasaran travel ini, untuk teman-teman di daerah Magetan yang ingin menyewa mobil ada baiknya mobil di tempat penyewaan Mitha Travel ini menjadi pilihan terakhir setelah mencoba berbagai tempat penyewaan mobil di daerah Magetan.
5. Air panas penginapan
Tamu-tamu saya banyak yang berasal dari Jakarta terutama keluarga besar suami saya yang memang aslinya orang Jakarta. Mereka saya inapkan di penginapan di daerah Sarangan, daerah pegunungannya Magetan yang memang sangat dingin jika siang apalagi malam hari. Ketika mencari penginapan, sudah saya pastikan bahwa penginapannya ada air panasnya..Naaaah, tapi ternyata air panas itu akan menyala ketika ada request dari tamu kepada penjaga hotel untuk menyalakan air panasnya dan saya nggk tau ini. Jadilah tamu-tamu saya itu kedinginan di hotel 
6. Undangan
Terdapat kesalahan cetak di undangan dimana salam penutup yang harusnya Wassalamu’alaykum, jadi tertulis Assalaamu’alaykum yang sama dengan salam pembuka. Kesalahan ter-detec ketika undangan sudah jadi dan siap disebar 
7. Pasca resepsi
Kesalahan fatal yang lain adalah baju resepsi saya yang rencananya akan pakai setelah resepsi selesai (karena klo acaranya di rumah, setelah resepsi masih banyak tamu-tamu yang datang dan dekorasi juga maish tetap terpasang), belum selesai dijahit ketika akan dipakai,jadilah mood saya hilang dan saya tidur siang itu. Sorenya saya hanya memakai baju gamis biasa. Padahal saya sudah memasukkan bahan ke penjahit sekitar 2 bulan sebelumnya
Pelajarannya: pilihlah penjahit yang bonafit dan bisa dihandalkan sehingga baju anda sesuai tepat waktu dan dengan bentuk yang diinginkan.

11 bulan 10 hari pernikahan
Jakarta, 27/072015

This entry was posted in Learning Outside. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s