Ant-Man’s Effect: Pesona Semut

Baru-baru ini muncul film baru di bioskop dan saya tidak mau ketinggalan untuk menontonnya. Jadilah malam minggu kemarin saya berkesempatan untuk menonton film tersebut. Ada tahu apa film yang saya maksud? Iya benar, Ant-Man. Awal melihat judul film nya beberapa bulan yang lalu di sebuah stasiun, saya tidak terlalu tertarik karena saya pikir itu adalah sebuah film superhero seperti biasa layaknya film superhero-superhero yang banyak beredar di bioskop-bioskop. Namun saya butuh refreshing waktu itu dan ketika akhirnya membeli tiket dan memasuki ruang bioskop harapan saya hanya melihat film untuk mengisi waktu dan mencari hiburan. Ternyata, saya telah meng-uderestimate film tersebut karena ternyata bagi saya film itu memberikan hikmah yang luar biasa.
Adalah seorang ilmuwan yang mampu berkomunikasi dan mengendalikan semut-semut dari berbagai jenis. Dia berhasil menemukan sebuah formula kimiawi yang mampu memperpendek jarak molekul dalam sebuah senyawa sehingga senyawa itu menjadi lebih padat yang pada akhirnya mampu membuat manusia dan benda-benda menjadi sangat mini, semini semut serta mampu memanfaatkan pasukan-pasukan semut tersebut untuk sebuah misi yaitu membunuh ambisi jahat ilmuwan lain yang menirukan teknologi penemuan formula kimia pengecil manusia dan benda-benda seperti yang saya sebutkan sebelumnya, yang ingin menguasai dunia dengan teknologi tersebut.
Tapi bukan itu yang ingin saya bahas dalam tulisan ini, karena saya tidak percaya manusia bisa menciut jadi sebesar semut. Saya percaya Tuhan menciptakan manusia dalam sesempurna-sempurna bentuk, termasuk dalam ukuran sangat kecil yakni penciptaan jarak molekul-molekul di sel manusia yang sudah diatur sedemikian rupa, sedemikian ideal untuk mendukung peran manusia sebagai pemimpin dan pengelola bumi. Wallohu’alam.
Saya sangat tertarik dan sangat suka cerita dimana sang ilmuwan mampu berkomunikasi dengan pasukan-pasukan semut dari berbagai jenis, saya sangat percaya dan inshaAlloh sungguh percaya firman Tuhan dalam kitab suci Al Qur’an bahwa semut memiliki cara komunikasi yang sangat canggih ketika mereka takut terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman yang akan lewat sebagaimana terkisah dalam Al Qur’an yang mulia:

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;” [QS. An-Naml ayat 18]
Maha Besar dan Maha Kuasa Alloh atas semua ciptaanNya, seekor semut yang sangat kecil yang mungkin adalah makhluk biasa seperti kita menjadi salah satu nama surat dalam Al Qur’an, memiliki komunikasi dan kerjasama yang begitu canggih sehingga dapat sedemikian rupa dimanfaatkan untuk sebuah proyek besar seperti yang dikisahkan dalam film Ant-Man. Jika karya manusia saja (yang fiktif) mampu menunjukkan betapa canggihnya komunikasi semut seperti pada film tersebut, tentu Kemampuan dan ke-Maha Besar-an Alloh lebih sangat sangat sangat sangat besar dan sangat mampu menunjukkan kecanggihan komunikasi dan kerjasama semut.
Sungguh Engkau Maha Besar Ya Alloh atas segala ciptaanMu, ampuni hambaMu ini T_T.
Di penelitian modern, beberapa ilmuwan telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti tentang cara berkomunikasi serangga yang pada akhirnya ditemukan kesimpulan bahwa metode yang paling baik untuk meneliti komunikasi serangga ini adalah dengan meneliti bahasa semut. Didapatkan hasil penelitian bahwa frekwensi bunyi-bunyi yang dilepaskan semut-semut itu bervariasi dari satu semut dengan semut lain, dan dari jenis semut yang satu dengan jenis semut yang lain. Ada dua belas ribu spesis dalam dunia semut di muka bumi, melebihi ras manusia. Di hadapan jumlah yang luar biasa ini para peneliti bingung mengenai bagaimana mereka mencocokkan semua bunyi tersebut.
Beraneka bunyi semut bisa direkam dengan sukses, dan bagian-bagian dari riset ini diterbitkan di majalan Journal of Sound and Vibration tahun 2006, dan itu adalah pertama kali manusia dapat mendengar suara semut yang sebenarnya!
Peneliti ini menerbitkan banyak riset dan yang paling penting adalah tentang komunikasi antar semut dengan judul ‘Analisis Komunikasi Akustik Oleh Semut’ di Journal of Acoustical Society of Amarican Magazine.
Peneliti-peneliti ini menunjukkan bahwa semut-semut melebihi kita dalam komunikasi akustik. Para ilmuwan mengharapkan bahwa semut menggunakan antena-antena untuk mengirim dan menerima getaran suara. Semut memperkuat isyarat-isyarat suara yang diterima seperti yang alat-alat penerima yang canggih.
Lebih dari itu, semut-semut itu bisa menghilangkan bunyi-bunyi yang melebihi batas, sehingga hal tersebut menjadi filtrasi atau klarifikasi terhadap bunyi untuk mencirikannya dari yang lain. Ini merupakan sistem komunikasi yang sangat maju, yang selama ini tidak dikenal para ilmuwan, dan mereka baru menemukannya beberapa tahun yang lalu. Namun al-Qur’an al-Karim telah menyinggung hal tersebut dan mengatakan kepada kita bahwa semut-semut itu berbicara.
Maha Besar Engkau Ya Alloh, Maha Kuasa Engkau, Maha Agung Engkau, Maha Mulia Engkau T__T

Sumber: http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/bahasa-semut.htm#.VbdLN_mqqko
Jakarta, 20072015

This entry was posted in Learning Outside. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s