Niat dan Peran

 

Menjalani empat peran sekaligus akhir-akhir ini sangat menyita waktu dan tenaga. Di satu sisi sangat bersyukur masih dikaruniai kesibukan dalam kebaikan, di sisi lain semakin direnungi semakin harus disadari dan ditegaskan kembali apa yang sebenarnya saya cari di dunia ini. Hal ini tidak terlepas dari niat dalam menjalani keempat peran ini. Niat menentukan segalanya. Sekali niat bergeser mungkin semuanya tidak akan sama lagi.

Ya menjadi seorang istri, pegawai, entrepeneur dan pelajar dalam satu waktu. Mungkin seharusnya pelajar tidak saya tulis secara khusus di sini karena pada dasarnya setiap manusia harus terus menjadi seorang “pelajar” sampai akhir hayat. Mempelajari dan berusaha memahami segala hal di sekitar kita untuk diambil hikmah dan pembelajaran bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita (jiah jadi panjang :p). Namun pelajar di sini saya tulis karena saat ini saya sedang mengikuti pelatihan sertifikasi setiap hari Sabtu selama kurang lebih 4 bulan. Pilihan ini saya pilih secara sadar dan sangat dengan senang hati karena ini kesempatan belajar mumpung masih muda (asek kan.:p). Pun dengan pilihan sebagai entrepeneur, jujur saya sangat menyukai peran ini karena saya senang mendapati uang saya berkembang dan saya menyukai barang-barang yang saya jual..hehe 😀

Nah menjadi pegawai ini yang melelahkan (bukan berarti tidak saya sukai) tetapi saya sangat bersyukur apalagi kalo tanggal 25 :p. Menjadi pegawai melatih saya untuk menjadi mandiri secara keuangan, cuma ini harus banget-banget sering merefresh niat, harus sering-sering merenungi apa niat sesungguhnya menjalani semua ini apakah hanya karena materi? Sungguh sangat rugi kalau hanya itu yang saya cari dan saya  tuju. Menghabiskan waktu minimal 8 jam sehari dalam peran saya menjadi pegawai, maka ketika “hanya” gaji yang saya cari, saya sangat menyadari saya akan merugi. Karena saya tidak mau merugi, terbawa arus dan memaknai bekerja sebagai pegawai sebagai satu2nya jalan rezeki. Bukan kah Tuhan Maha Kaya? Dia adalah sumber rezeki kita yang yang Berkuasa mendatangkannya kepada kita dari jalan yang hanya Dia yang Tahu. Ini nasihat banget untuk saya sendiri bahwa tidak boleh meyakini kalo pekerjaan adalah satu-satunya sumber rezeki saya.

Oleh karena itu, saya jadi berpikir mungkin karena itulah kita diperintahkan untuk terus mendekat dengan orang-orang sholeh agar niat kita dalam menjalani hidup ini selalu terjaga semata-mata dalam rangka ibadah kepadaNya, agar niat kita selalu berada pada lintasan yang seharusnya yang pada akhirnya kita berharap ketika kita dipanggil pulang oleh pemilik kita yang sejati, kita sedang berada pada niat  yang diridhoiNya (aamiin).

Mengatur waktu dalam menjalani peran adalah upaya yang saat ini saya lakukan agar niat tetap terjaga dan tidak tergerus. Mengatur prioritas adalah upaya yang lain. Menjadi istri tentu menjadi prioritas utama saya sekarang karena di sanalah nasib saya akan ditentukan di keabadian nanti. Pun menjadi pegawai penyelenggara negara adalah tanggung jawab yang berat karena setiap tanggal 25 saya menerima gaji dari pemerintah yang akan saya pertanggungjawabkan.

Akhirnya mulai berpikir untuk mendelegasikan salah satu peran saya ke orang lain, agar pikiran dan hati tetap waras :). Semoga dengan keputusan yang diambil ini segala sesuatunya berjalan lebih baik dan lebih maksimal. Agar waktu untuk merenungi niat-niat dan mengabdi kepada suami dan kepada Tuhan lebih banyak.

Jakarta, 15-04-2016

This entry was posted in Photograph. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s