Mari Ketuk PintuNya

Beberapa minggu yang lalu, saya menemani ibu mertua silaturahim ke rumah Gen Halilintar yang sangat fenomenal itu. Silaturahim kami dalam rangka 100 hari meninggalnya ibu dari Om Halilintar yang masih saudara jauh dengan ibu mertua saya. Gen Halilintar sendiri berasal dari nama LenggoGENi Faruk (ibu dari 11 anak/istri dari Om Halilintar) dan Halilintar (suami/ayah dari 11 anak yang bernama asli HALILINTAR Anofial Asmid), yang sapaan keluarganya adalah Om Nof. Oke, mungkin saya tidak akan cerita mengenai keluarga ini, karena selain saya juga tidak mengenalnya sedari kecil, cerita mereka ada di  buku-buku biografi yang telah mereka tulis.

Saya ingin cerita mengenai beberapa wejangan atau nasihat yang diberikan kepada Om Nof kepada kami ketika kami silaturahim ke rumah beliau beberapa saat yang lalu:

  1. Ketuk “pintu” Alloh dahulu sebelum segala sesuatunya

“Pintu” Alloh yang dimaksud di sini adalah keridhoan Alloh dalam hidup kita sebelum kita meminta kekayaan, kesuksesan, kecerdasan dan lain sebagainya. “Pintu” Alloh ini dapat kita ketuk dengan ketakwaan kita. Biasanya orang dalam berdoa atau dalam mendekat kepada Nya langsung meminta kekayaan, keliling dunia, kesuksesan nya dsb tapi lupa untuk mengetuk terlebih dahulu “pintu” Nya.

  1. Sebisa mungkin tidak terjerat hutang apalagi hutang riba

Menurut Om Nof ketika kita meminjam uang kepada bank 10 M padahal sebenarnya kemampuan kita hanya 10 jt, itu adalah salah satu bentuk penyimpangan terhadap ketentuan yang ini. Kita poles penampilan kita,rumah kita, kendaraan kita dll agar kita dianggap pantas untuk menerima pinjaman tersebut padahal ini merupakan cara orang kebanyakan untuk sukses dalam bisnis (karena latar belakang beliau sebagai seorang pebisnis). Padahal bagi umat Muslim ada cara spesial agar kita menjadi orang yang sukses yaitu cara takwa.

  1. Ingat Hadist Rosululloh SAW bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui berdagang

Setiap hadist Rosul pasti mengandung kebenaran dan kebaikan bagi umatnya. Oleh karenanya, setiap kebenaran pasti tidak mudah untuk dilaksanakan, butuh perjuangan, tekad dan kerja keras. Begitu juga dengan hadist ini, banyak tantangan dan cobaan untuk menjadi pebisnis, cobaan untuk mudah berhutang dengan sistem riba, cobaan untuk gaya hidup melebihi pendapatan, cobaan untuk tergoda menjadi karyawan dengan penghasilan yang pasti (bukan berarti salah untuk menjadi karyawan ya, tolong dibaca konteks nya J).

Pada nasihat yang ketiga ini saya banyak merenung bahwa banyak sekali hadist-hadist Rosululloh SAW yang pastinya mengandung kebaikan dan kebenaran baik yang menyangkut masalah kehidupan yang utama maupun hal-hal yang sifatnya pendukung dalam hidup, tetapi pasti juga ada tantangan untuk melaksanannya. Misalnya kita disunnahkan untuk meluangkan beberapa detik sebelum makan untuk membaca do’a, bagi orang yang sudah sangat lapar pasti keinginannya untuk segera makan dan meluangkan beberapa detik untuk berdoa saja mungkin berat dan menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sudah sangat lapar. Apalagi hadist-hadist yang terkait dengan sendi-sendi utama kehidupan, akhlak dan hal-hal penting lainnya, tentu pasti besar sekali tantangan dan cobaan dalam mengamalkannya. Wallohu’alam.

Sebagai penutup, Semoga kita tetap berfikir positif dan bersemangat dalam berbuat kebaikan. Aamiin 🙂

This entry was posted in Learning Outside. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s