Book Review: “The Last Secret of The Temple”

IMG_9228

  1. Judul : The Last Secret of The Temple
  2. Penulis : Paul Sussman
  3. Resensi :

Cerita diawali dengan kejatuhan Kuil Yerusalem ke tangan Romawi yang merupakan penyembah berhala pada abad ke ke-70 M. Di tengah kecamuk perang, dengan nyawa terancam, seorang pendeta Yahudi tengah menyiapkan seorang anak laki-laki dalam sebuah misi penyelamatan simbol suci  yang harus dilindungi. Simbol suci sekaligus simbol kekuatan bangsa Yahudi.

Latar cerita kemudian berlanjut tahun 1944, yaitu periode Perang Dunia II dimana terdapat sekumpulun warga Yahudi yang dengan mata tertutup diperintahkan oleh tentara Jerman untuk menyimpan sesuatu yang amat penting bagi bangsa Yahudi di suatu gua yang gelap. Untuk menghilangkan jejak, setelah sesuatu tersebut berhasil dikubur, tentara Jerman mengakhiri hidup sekumpulan orang Yahudi tersebut.

Cerita kemudian berlatar masa kini. Tokoh utama dalam novel ini adalah Yusuf Khalifa, seorang detektif polisi yang bertugas di kota Luxor Mesir. Pada suatu hari, dia sengaja mengambil cuti untuk mengajak putranya mengunjungi Lembah Para Raja, suatu situs sejarah yang berisi artefak dan peninggalan arkeologis raja-raja Mesir. Sayangnya cutinya harus terganggu karena anak buahnya mendatanginya dan menyampaikan kabar mengejutkan bahwa telah ditemukan jasad seorang laki-laki tua Eropa  di antara puing-puing di sisi lain Lembah Para Raja tersebut. Inspektur Khalifa terpaksa harus meninggalkan putranya untuk aktif kembali menjadi detektif polisi dan menyelidiki kasus tersebut yang ternyata sangat rumit dan membawanya ke sebuah rahasia besar.

Penyelidikan membawa penemuan bahwa jasad laki-laki yang belakangan diketahui namanya adalah Piet Jansen merupakan mantan petinggi Nazi yang berpindah ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari perburuan terhadap tentara-tentara Nazi. Kematian Piet ternyata terkait erat dengan kematian seorang wanita Yahudi asal Israel, Hannah Schlegel tiga belas tahun sebelumnya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Inspektur Khalifa yang seorang Muslim terpaksa harus bekerja sama dengan seorang dektektif polisi Yahudi bernama Arieh Ben Roi yang tinggal di Israel. Diantara keduanya terdapat jurang yang sangat lebar dimana Khalifa yang seorang Muslim memiliki pandangan untuk tidak bersekutu dalam bentuk apapun dengan Yahudi karena perbuatan mereka terhadap saudara-saudaranya di Palestina. Sementara Ben Roi juga sangat antipati terhadap muslim karena tunangannya telah terbunuh oleh sebuah bom mobil yang menurutnya dilakukan oleh Muslim Palestina. Jurang diantara keduanya harus dijembatani oleh seorang jurnalis cantik Kristen Palestina, Layla Al Madani yang memainkan dua wajah karena dendam kesumat atas masa lalunya.

Di antara mereka bertiga juga terdapat Har-zion seorang ekstermis Yahudi yang dengan segala taktiknya telah berhasil mengkambinghitamkan warga Palestina atas kejahatan-kejahatan yang dilakukannya.

Kebijaksanaan dan keteguhan prinsip Yusuf Khalifa, ketidakdewasaan Ben Roi serta kecerdasan Layla telah berhasil membuat cerita ini sangat hidup dan memukau. Teka-teki sejarah dan galian arkeologis harus mereka pecahkan untuk menguak siapa sebenarnya Piet Jansen dan Hannah Schlegel yang akhirnya menuntun mereka mengungkap rahasia panjang “Menorah Yahudi”, simbol keagamaan Yahudi yang dikubur puluhan tahun silam.

Penulis sangat lihai dalam meramu cerita sehingga begitu membius dengan lika-liku sejarah mengenai Nazi dan bangsa Yahudi. Dia juga secara berani merumuskan ide perdamaian antara Palestina dan Israel yang dikemas dalam pertemuan rahasia antara tokoh Palestina, Israel dan Mesir di sebuah gurun pasir perbatasan Mesir dan Palestina.

Sungguh buku ini sangat recommended terutama bagi para pecinta sejarah dengan narasi yang tidak berat.

Happy reading 🙂

Jakarta, 7Mei2017/10 Sya’ban 1438 H

This entry was posted in Book Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s