Berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi

Alhamdulillaah wish list untuk mengunjungi Pulau Belitong yang cantik dan terkenal seantero Nusantara itu kesampaian juga.

#Hari 1

Kamis, 11 Mei 2017 bersamaan dengan tanggal merah Hari Raya Waisak, saya dan suami berangkat untuk meng-eksplor pulau yang terkenal lewat film Laskar Pelangi tersebut. Kami sengaja mengambil flight pagi pukul 05.55 dengan menaiki pesawat citi link dari bandara Soekarno Hatta ke bandara Tanjung Pandan. Sampai di Tanjung Pandan sekitar pukul 07.00, kami disambut oleh hujan deras. Karena kami memilih menggunakan travel agent untuk menyusun dan mengurusi perjalanan serta akomodasi kami, alhamdulillaah pas hujan ada yang menjemput kami di bandara Tanjung Pandan. Travel agent yang kami pilih adalah visitbelitung.

Driver kami masih muda dan ramah. Karena Belitong terkenal dengan warung kopi dan kebiasaan masyarakatnya meminum kopi, tempat pertama yang kami kunjungi adalah warung kopi Kong Djie yang konon katanya merupakan warung kopi paling mashyur dan paling tua di Belitong. Di sana selain meminum kopi, kami mencicipi gorengan yang tanpa cabe atau sambel pecel khas pasangan gorengan di Indonesia, nasi lemak ikan teri agak besar (sepertinya). Rasa kopi di sini enak dan konon dia mempertahankan cita rasa asli, sampai bangunan warungnya pun nampak masih asli dan sengaja tidak direnovasi.

IMG_0703Selepas mencicipi kopi Kong Djie, kami pergi ke Belitong Timur yang jaraknya ditempuh kurang lebih 1 s.d 2 jam dari Belitong Barat. Hari pertama kami habiskan menikmati tempat wisata di Belitong Timur. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Replika SD Laskar Pelangi yang berlokasi di Gentong, yang menjadi tempat shooting film Laskar Pelangi. Di sini kita bisa berfoto-foto, berbelanja dan menikmat segarnya udara Belitong Timur. Di dekat pintu masuk replika SD ini ada sebuah museum kecil yang berisi barang-barang antik dan background yang cukup eyecatching untuk berfoto.

IMG_0707Selesai dari area SD Laskar Pelangi, kami mengunjungi rumah keong yang berada persis di depan replika SD Laskar Pelangi. Rumah keong ini menurut guide kami dibangun untuk menikmati indahnya Gerhana Matahari Total yang terjadi tahun 2016 kemarin. Rumah keong ini menjadi salah satu spot terbaik di Indonesia untuk mengabadikan GMT tersebut.

IMG_0667Perjalanan berlanjut ke Museum Kata Andrea Hirata. Untuk masuk ke museum ini kita dikenakan HTM Rp 50.000,00 per orang yang dibayar sendiri karena exclude biaya travel agent. Namun HTM ini menurut saya sangat worth it ya, karena kita diberikan 1 buku karangan Om Andrea untuk masing-masing orang, terus juga banyak sekali quote yang sangat menginspirasi, banyak majalah dinding, kumpulan buku-buku karangan Om Andrea dan masih banyak lagi. Selain itu, dekorasinya cantik, warna-warni dan sangat instagramable..hehe. Konon museum kata Andrea Hirata ini menjadi museum literasi pertama di dunia.

IMG_0671Selesai dari Museum Kata Andrea Hirata, perjalanan kami berlanjut ke Kampung Ahok. Iya Ahok, Gubernur DKI Jakarta non aktif. Area wisata ini ternyata adalah rumah keluarga Pak Ahok dan sebuah rumah adat Belitong yang di depannya terdapat tulisan iconic  “Kampung Ahok”.

IMG_0874Setelah dari Kampung Ahok perjalanan kami berlanjut ke wisata kuliner di Rumah Makan Fega di daerah Manggar. Manggar ini terkenal dengan kota seribu warung kopi katanya, jadi di kanan kiri banyak warung-warung kopi yang dipenuhi oleh warga Manggar. Di rumah makan ini kami mencicipi kuliner khas Belitong yaitu Gangan Ikan. Gangan adalah sejenis cara memasak ikan yaitu dengan menggunakan kuah bumbu kuning, yang kira-kira terdiri dari cabe, kunyit, bawang dan lengkuas. Ikan yang biasanya dipakai untuk membuat gangan ikan adalah ikan ketarap, tenggiri dan kakap. Rasanya gurih dan segar, apalagi kami memakannya waktu hujan gerimis di Belitong jadi hangat-hangat yummy.

Destinasi kami berikutnya adalah Vihara Dewi Kuan In. Kesenangan utama berkunjung ke destinasi ini adalah mengambil sebanyak-banyak nya foto karena warna vihara yang didominasi warna merah sangat instagramable. Di bagian atas sedang dibangun patung raksasa Dewi Kuan In, tapi karena pengembangunannya belum selesai, belum banyak foto yang bisa diambil.

IMG_0722

Pantai Burung Mandi, Belitong

Selanjutnya kami mengunjungi Pantai Burung Mandi. Disebut Pantai burung mandi karena katanya dahulu di pantai ini banyak burung yang sedang mandi. Di tepi pantai ini banyak sekali perahu cantik warna-warni yang menjadi ciri khas pantai ini dalam menarik perhatian pengunjung. Selain dapat menikmati suana pantai di sore hari yang sangat nyaman, pengunjung dapat berfoto-foto dengan background perahu berwarna-warni yang sangat cantik. Pantai burung mandi adalah destinasi terakhir kami di hari pertama di Belitong.

IMG_0877Setelah itu kami kembali ke Belitong Barat untuk check in hotel di Hotel Belitong. Sebelum beristirahat malam pertama kami di Belitong, kami manfaatkan untuk mencicipi kuliner khas Belitong lainnya yaitu Mie Belitong, mie kuning yang dibalut kuah kental dengan banyak topping yang terdiri dari ketimun, kentang rebus, emping dan bawang goreng. Kuahnya yang kental mirip dengan kuah Mie Ongklong Dieng, namun mie Belitong ini kuahnya agak manis, jadi bagi yang tidak terlalu suka manis harus ditambahkan sambal atau irisan cabe. Kemudian yang khas lagi dari makanan ini adalah dialasin daun simpor yakni daun khas Belitong yang dipakai untuk membungkus nasi dan makanan lainnya. Kekhasan daun simpor ini di Belitong seperti kekhasan daun jati di Pulau Jawa. Dahulu waktu saya kecil, orang kalau ke kondangan bentuk angpao nya adalah sembako. Sebagai  timbal balik, yang bawa sembako dibawakan nasi anget dan lauk pauk yang dibungkus daun jati.

IMG_0730

Es Jeruk Kunci

Selain mie Belitong, kami juga mencicipi es jeruk kunci yakni seperti jeruk di Jakarta tetapi jeruknya lebih asam dan lebih segar. Untuk membuat es jeruk ini diperlukan 2 s.d 3 buah jeruk kunci yang diperas kemudian ditambahkan es batu dan gula sesuai selera.

Setelah puas mencicipi makanan-makanan khas Belitong tersebut, kami kembali ke hotel. Suasana hotel yang nyaman dan homey, ditambah hari pertama yang cukup seru dan membuat istirahat kami di hari pertama sangat pulas.

 

 

#Hari 2

Hari kedua di Belitong kami awali dengan sarapan pagi di hotel dengan nyaman dan menu rumahan. Kemudian kami dijemput oleh guide kami sekitar pukul 08.00 pagi untuk berkeliling ke pulau-pulau cantik di Belitong barat. Sebelum ke pulau, kami membeli dulu bekal makan siang untuk di pulau, karena menurut guide kami, membeli makanan di pulau akan sangat mahal. Untuk menu saya, saya memilih salah satu makanan khas Belitung yaitu ketam yang merupakan kepiting yang telah dihaluskan dan dibumbui, kemudian dibalut dengan cangkang kepiting. Selain itu saya juga memilih pepes ikan, sayuran dan kerupuk. Semuanya enak.

IMG_0736

Pantai Kepayang

Tanpa berlama-lama kami segera berangkat ke pantai Kepayang untuk kemudian naik perahu berkeliling pulau. Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Pasir. Disebut pulau Pasir karena pulau ini hanya terdiri dari daratan pasir yang tidak terlalu luas yang tenggelam saat air laut pasang. Namun meskipun tidak terlalu luas, pemandangan di sini sangat indah dan kita bisa menjumpai bintang laut yang cantik di sini.

IMG_0764

Bintang Laut di Pulau Pasir

Puas berfoto-foto di Pulau Pasir, perjalanan kami berlanjut ke Pulau Lengkuas untuk naik ke mercusuar dan menikmati pemandangan kota Belitong dari atas serta snorkling di Pulau Lengkuas yang terkenal dengan spot snorklingnya. Sayangnya saat kami ke sana, mercusuar sedang ditutup karena ada masalah pungli, ada juga yang bilang karena sedang direnovasi. Akhirnya kami hanya berfoto-foto dan menikmati angin pantai yang nyaman dan menenangkan dilanjut snorkling dengan pemandangan yang sangat indah.

IMG_0811Selepas snorkling, rasa lapar mendera, akhirnya kami menepi di Pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini terkenal dengan batunya yang mirip dengan kepala sebuah burung. Burung ini adalah burung yang sering terbang di pantai-pantai Belitong dan disebut burung kelayang yang mungkin kalau di kita disebut burung camar. Oleh karena itu, pantai ini disebut pantai

IMG_0807tanjung kelayang yang artinya kepala burung kelayang.

IMG_0872Perjalanan berlanjut ke pantai batu berlayar. Disebut pantai batu berlayar karena batu-batu di pantai ini lebar-lebar seperti layar kapal. Di sini kita bisa berfoto-foto atau berendam di air pantainya yang jernih dan hangat. Capek seharian bermain air dan keliling pulau-pulau, kami kembali ke pantai Kepayang untuk bersih-bersih dan siap-siap kembali ke hotel.

IMG_0809

Sunset di Pantai Tanjung Pendam

Di perjalanan kembali ke hotel, kami menyempatkan diri menikmati sunset di Pantai Tanjung Pendam. Sunset di pantai ini termasuk spot sunset terbaik di Pulau Belitong.

Malamnya kami berwisata kuliner di Belitong Timpo Duluk. Belitong Timpo Duluk adalah tempat makan dengan dekorasi dan interior khas Pulau Belitong serta makanan yang dijual adalah makanan-makanan khas Belitong. Diantara makanan IMG_0881khas yang kami cicipi di tempat makan ini adalah Berego. Berego adalah seperti lontong, namun terbuat dari tepung beras dan sagu. Warnanya putih bersih, makannya pakai kuah ikan dan sambal pedas. Teksturnya kenyal seperti kwetiau tapi lebih tebal dan lebar. Makanan ini juga beralaskan daun simpor yaitu daun yang banyak tumbuh di negeri Laskar Pelangi ini.

#Hari 3

Hari ketiga dalah hari terakhir kami di Belitong. Kami check out dari hotel sekalian membawa koper dan barang bawaaan karena selesai jalan-jalan langsung menuju bandara.

Hari ketiga ini kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi yang terkenal sangat indah dan mempesona. Pantai ini adalah lokasi utama shooting film Laskar Pelangi. Batu-batuan indah menghiasi pinggir pantai dan membuat betah untuk berfoto-foto dan menikmati angin pantai di sini. Indah banget pokoknya..

IMG_0851Puas berfoto-foto, naik ayunan dan menikmati angin pantai di Pantai Tanjung Tinggi, kami mengunjungi Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat tambang kaolin yang membentuk cekungan kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk danau berwarna tosca yang sangat cantik.

Dari Danau Kaolin, kami hendak mengunjungi Rumah Adat Belitong tapi sayangnya sudah tutup karena sudah siang. Saat itu hari Sabtu siang hari, kalau hari Sabtu ternyata tempat wisata ini hanya buka setengah hari saja. Meskipun kami gagal mengunjungi rumah Adat Belitong ini, tapi kami sangat senang dan bahagia karena banyak tempat yang telah kami kunjungi dan kami nikmati keindahannya.

Untuk teman-teman yang ingin berlibur ke Belitong bisa menggunakan jasa travel agent seperti saya atau menyusun rencana perjalanan sendiri karena menurut saya destinasi di Pulau Laskar Pelangi ini jaraknya cukup dekat sehingga relatif memudahkan. Tetapi kalau saya pribadi prefer menggunakan travel agent yang semuanya sudah diurusin dan kitanya tinggal duduk manis, menikmati liburan..hehe.

Semoga bermanfaat 🙂

Jakarta, 17 Juli 2017/23 Syawal 1438 H.

This entry was posted in Photograph, Travelling and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s