Book Review “Nightingale”

image3Isabelle & Vianne adalah kakak beradik dengan karakter yang sangat bertolak belakang. Isabelle sang adik lebih ekspresif, pemberani dan breaking the rule sesuai dengan apa yang dia yakini. Dia telah dikeluarkan oleh banyak sekolah asrama di Paris dan memilih untuk tinggal bersama ayahnya di Paris. Sang kakak, Vianne memilih tinggal di kota kecil Carriveu yang nyaman bersama suami & anaknya.
.
Kematian ibu dan sikap ayah mereka setelah pulang dari Perang Besar telah membuat mereka merasa terbuang dan memisahkan kedua kakak beradik tersebut dalam jurang pemisah yang tidak terlihat. Saat Perang Dunia II berkecamuk, Isabelle dipaksa ayahnya untuk tinggal bersama kakaknya di Carriveu untuk keamanan dirinya, meskipun dia tetap ingin tinggal di Paris untuk ikut serta membela tanah airnya yang telah jatuh ke tangan Jerman. Hanya beberapa bulan di Carriveu dan setelah mengetahui Prancis menyerah terhadap Jerman, Isabelle kembali ke Paris dan terlibat dalam sebuah jaringan rahasia untuk melawan pasukan Jerman dengan keyakinan bahwa Prancis masih mampu melawan. Sementara itu, Vianne yang ditinggal suaminya wajib militer selama masa perang, harus bertahan hidup bersama putrinya dengan jatah ransum yang semakin hari semakin sedikit sama seperti jutaan warga Prancis lainnya.
.
Di Paris Isabelle memiliki peran makin besar dalam membela negaranya, dalam usianya yang masih 19 tahun, pada musim dingin dia berani mendaki pegunungan Pirenia, perbatasan Prancis dan Spanyol untuk menyelamatkan ratusan pilot pasukan sekutu yang pesawatnya jatuh ditembak oleh pasukan Jerman. Karena keberaniannya tersebut dia berjuluk sang Nightingale. Pada pendakian yang sekian puluh kali, dia bersama beberapa pilot pasukan sekutu tertangkap oleh pasukan Jerman dan didakwa sebagai Nightingale, yang sudah diburu beberapa tahun. Namun ayahnya datang untuk menukar nyawanya dengan nyawa Isabelle. Isabelle menjaid tahanan politik dalam usia belia hingga perang mereda.
.
Berbagai siksaan dan kekejaman Isabelle rasakan selama menjadi tahanan politik sampai dia wafat pada usia 23 tahun. Meskipun meninggal dalam usia muda, dia merasa hidupnya telah cukup karena telah berbuat untuk negaranya, dan lebih dari itu dia mngetahui bahwa ayah & kakaknya sangat mencintainya.
.
Novel sejarah yang sangat bagus menurut saya mskipun mengandung sejarah yang masih kontroversial hingga saat ini. 

Jakarta, 24 April 2018
Advertisements
Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review : “Sirkus Pohon”

image1“Tuhan Menciptakan tangan seperti tangan adanya, kaki seperti kaki adanya, untuk memudahkan manusia bekerja”

Novel yg emosional yg mengisahkan tentang Sobri atau Hob yg lugu, family man dan sosok yg begitu setia terhadap impian-impiannya. Juga tentang Tara dan Tegar yg kehilangan seseorang yg sangat berharga tepat saat mereka menemukan cita dan cinta nya yg harus rela dicari dan ditunggu bertahun-tahun untuk dapat terwujud.

Seperti novel-novel Andrea Hirata yg lain, novel ini menceritakan sosok-sosok sederhana yg pantang menyerah, bersikeras terhadap apa yg dicita-citakannya meskipun cita-cita itu kecil dan remeh bagi orang lain. Dikemas dgn kesederhaan sebuah keluarga yg sangat menyentuh di tengah-tengah masyarakat Melayu Belitung dengan ke-khas-an budayanya. Penggambaran alur cerita dan tempat benar-benar membuat pembaca seperti menyaksikan sendiri kisah-kisahnya. Emosi pembaca benar-benar dibuat campur aduk antara sedih, kesal, senang, penasaran dan juga merenung sendiri.

Yang paling membuat saya sangat suka dgn buku ini adalah ceritanya Indonesia banget. Keluguan dan kesederhaan yg dirangkai dlm kisah-kisah inspiratif menyentuh. Lucu, agak khayal dan menarik meskipun endingnya sedikit membingungkan buat saya.

Jakarta, 8 Februari 2018.
#reviewbuku #reviewnovel #resensibuku#resensinovel #bacabuku #bacabukumu#yukbacabuku #bacabuku15menit

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review: “Anak Rantau”

image3Donwori Behepi atau dipanggil Hepi adalah seorang anak berdarah Minang yg lahir di ibukota krn kedua orang tua nya yg mengadu nasib di kota tersebut.

Kesibukan sang ayah, Martiaz yg seorang pengusaha percetakan serta tiadanya sosok seorang ibu sejak Hepi lahir, menyebabkan Hepi hilang kendali smp pd titik dimana ayahnya memiliki ide utk menitipkannya di kampung halaman utk dididik oleh kakek dan neneknya. Meski dgn mengorbankan harga diri Martiaz, dia harus melakukannya demi masa depan Hepi.

Hepi sbg anak gaul ibukota yg tadinya berat tinggal di kampung, menemukan petualangan yg menantang di kampung halaman ayahnya. Banyak nilai-nilai luhur baik dari sisi adat istiadat maupun agama yg dia peroleh semenjak terpaksa tinggal di kampung.

Buku ini sangat seru, cerita dikemas ringan dan renyah namun syarat pembelajaran utk kita. Recommended untuk memahami kekayaan budaya Indonesia khususnya budaya Sumatera Barat 😊
.
#reviewbuku #reviewnovel #resensibuku#resensinovel #yukbaca #yukbacabuku#bacabukumu #bacabuku #anakrantau#novelanakrantau#novelanakrantauahmadfuadi #novelbagus

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review: “Deception Point”

Ternyata ini posting di blog pertama kali di tahun 2018. I’m not posting to this blog for sooo long.

image2 Rachel Sexton adalah putri seorang senator AS yg mencalonkan diri sbg Presiden AS. Dia bekerja utk sebuah lembaga intellegent AS bernama National Reconnaissance Office (NRO) yaitu lembaga penyedia data2 intellegent utk gedung putih.

Rachel yg memiliki hubungan renggang dgn ayahnya karena ambisi politik ayahnya yg menyebabkan kematian tragis ibunya, diminta sang ayah utk meninggalkan pekerjaannya di NRO dan membantu kampanye ayahnya. Di hari yg sama, Rachel dipanggil oleh presiden utk membantu presiden mengkonfirmasi sebuah temuan fenomenal NASA krn pekerjaannya sbg analis data intellegent. Temuan ini ditemukan NASA pada saat lembaga tsb sedang berada di ujung tanduk krn proyek2 nya yg gagal dan memakan anggaran AS yg sangat besar. Namun permintaan bantuan Presiden tsb telah membuat Rachel dan beberapa ilmuwan sipil mjd buruan sebuah pasukan elit militer krn mereka menemukan sebuah skandal besar pada temuan NASA tsb.

Berbagai intrik-intrik politik dan pertaruhan nama besar NASA diramu dgn alur yg menyenangkan dgn banyak hal-hal yg tdk terduga pada novel thriller ini, sehingga membuat pembaca penasaran dan sulit berhenti membaca. Terakhir baca buku Dan Brown pas masih SMA dan harus menyewa di persewaan buku dekat kosan krn nggk ngerti dulu belinya dimana. Alhamdulillaah skrg bisa beli dan koleksi bukunya 🙏🏻😄

 

Jakarta, 8 Februari 2018

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review : Changed

changedKenya Sharp adalah seorang gadis yatim piatu yang berasal dari suatu daerah pedesaan Amerika Serikat yaitu Wisconsin. Dia bersama adiknya, William memutuskan untuk merantau ke New York dan melanjutkan pendidikan di sana dengan beasiswa dari New York University. Sembari belajar di NYU dia berkerja free lance untuk mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan sekolah adiknya. Namun ternyata adiknya menderita sakit parah sehingga beasiswa yang dia terima dan penghasilan dari kerjanya tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan adiknya yang sangat mahal. Dengan terpaksa dia harus melakukan pekerjaan yang tidak akan pernah dilakukan orang lain dalam kondisi normal. Karena dia tidak mau merepotkan neneknya di Winconsin dan orang terdekatnya yang juga sedang belajar di Manhattan. Suatu ketika pekerjaannya tersebut diketahui oleh seseorang yang ternyata teman satu kampusnya. Dan hal ini membawanya pada persoalan yang cukup rumit.

Jakarta, 18 Dzulhijjah 1438 H/9 September 2017

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review : “Bersamamu di Jalan Dakwah Berliku”

“Membaca adalah cara utk membunuh rasa kagum pada diri sendiri” -Ust Salim A.Fillah-

dakwah dalam ukhuwah
Imam Syafi’i pernah menyampaikan “Kuburu akhlaq dan ilmu dari setiap orang yang dengannya aku bertemu, sebagaimana seorang ibu mencari anaknya semata wayang yang telah hilang”
“Kita lebih berhajat pada sedikit adab, daripada berbanyak pengetahuan”, ujar Imam Abdullah ibn Al Mubarak. Demikianlah di kala lain beliau menyatakan bahwa dirinya memerlukan waktu 30 tahun untuk belajar adab dan 20 tahun untuk belajar ilmu.
Dikisahkan Harun Ibn Abdillah tentang majelis Imam Ahmad yang dihadiri 5000 orang. “Yang membawa kertas dan pena untuk mencatat hadits hanya 500 dari mereka, yang lain memperhatikan seluruh diri dan gerak gerik Imam Ahmad untuk meneladani adab dan menyimak akhlaq” kisahnya.
Inilah buku yang membuat kita cemburu pada adab dan akhlaq orang-orang sholeh yang semakin tinggi ilmunya semakin agung akhlaqnya. Memandang perbedaan sebagaai ilmu baru dan rahmat karena ia melahirkan keluasan, tenggang rasa, serta keberagaman yang bermanfaat bagi kita.
Saya adalah penggemar dan penikmat tulisan-tulisan Ust Salim A. Fillah sejak dulu zaman masih SMA. Termasuk buku ini meskipun dari judulnya nampak berat, tapi tidak, sama sekali tidak berat. Bahasa khas beliau yang santun dan menghanyutkan mengingatkan kita bahwa perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita adalah keniscayaan dan akan menghadirkan manfaat apabila kita dapat melihatnya dengan kejernihan ilmu , bukan mengedepankan hawa nafsu.

            Selain itu Ust. Salim A. Fillah juga mengingatkan kita bahwa dalam mengajak pada kebaikan kita harus senantiasa bersabar, karena tidak ada segala sesuatu yang instant apalagi kebaikan. Sabar sepertinya sabarnya Nabi Yusuf a.s yang karena sibling rivalry harus hidup sendiri dan terlunta-lunta jauhd dari orang tua yang sangat mencintainya. Sabar seperti Nabi Muhammad SAW yang menahan diri dan tetap sabar melaksanakan shalat dan ibadah diantara berhala-berhala masyarakat Quraisy. Sabar seperti Nabi Musa yang menghadapi kaum yang besar yang tidak mau bersyukur, tidak mau taat meskipun berbagai mukjizat telah mereka lihat. Iya kita memang jauh sangat jauh dari mereka baik dari kualitas diri apalagi kualitas iman, namun bukan kah kita harus senantiasa berteladan kepada mereka meski dari hal-hal yang kecil dan sederhana.

         Di zaman sekarang di saat orang-orang sangat tergesa-gesa dan memaksakan kehendak dalam mengajak ataupun menanamkan kebaikan, justru di saat itulah orang semakin menjauh dari kebaikan. Bukan kebaikannya yang salah tetapi cara mengajak dan perilaku orang yang mengajaknya. Maka pertimbangan dan prioritas harus benar-benar sangat diperhatikan dalam hal ini, yang mana hal itu hanya dapat kita lakukan melalui ilmu yang jernih dan memadai. oleh karenanya kita harus terus belajar dan belajar, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk mengajak orang lain pada kebaikan.

Jakarta, 18 Dzulhijah 1438 H/9 September 2017

 

 

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Book Review : Unfinished Enemy of Ghazy

ghazi ke 6Bagaimana nasib Vlad Dracula setelah Perang Varna dan bagaimana arah perjuangan Sultan Mehmet setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 1453 M?

Ya buku inilah jawabannya. Banyak yang mengira (termasuk saya) bahwa The Chronicle of Ghazi sudah berakhir pada buku ke lima karena di situ pula inti besar cerita yaitu penaklukan Konstantinopel dikisahkan. Namun ternyata, ada lanjutannya yakni buku The Unfinished Enemy of Ghazi ini. Kisah dalam buku ini dibuka dengan dialog yang sangat epic antara Vlad Dracula degan Magus, iblis yang disembah dan dipujanya untuk mendapatkan kekuatan sesat guna membalas dendam kesumatnya kepada pemerintahan Wallachia, Jenderal Besar Hungaria dan sekaligus kepada Turki Utsmani.

VD:” Berarti kedatangan orang bernama George itu kebetulan belaka?”

Magus: “Apakah ada sesuatu yg bernama kebetulan di dunia ini? Bahkan jatuhnya sehelai daun di hutan ini bukanlah kebetulan.”

….

“VD: “Aku merasa kekuatan yang kau berikan kepadaku belum cukup sempurna, Magus!”

Magus: “Apakah ada sesuatu di dunia ini yang sempurna, Vlad Dracula?. Carilah di belahan bumi manapun, Vlad Dracula, tiada sesuatu pun yang sempurna. Kesempurnaan itu cuma milik Tuhan”

VD: “Kau bicara tentang Tuhan,Magus? Kau masih mengakui adanya Tuhan?”

Magus: “(terkekeh) Dirimulah yang aneh Vlad Dracula, kau bodoh sekali jika tidak mengakui adanya Tuhan, padahal tanda2 Nya terhampar dimana-mana. Ketahuilah, kami memang durhaka dan tidak peduli pada perintah Tuhan, tetapi kami masih mengakui bahwa DIA ada.”

Dari cuplikan percakapan sangat epic antara Magus dan penyembahnya, Vlad Dracula tersebut kemudian kisah mengalir  pada perjuangan Sultan Mehmet Han dkk nya utk mewujudkan bisyarah selanjutnya yaitu penaklukan Roma.

Meski buku ini buku sejarah, namun kisahnya dirangkai dengan bahasa yang ringan, nyaman dibaca dan menghadirkan rasa penasaran karena keseruannya alurnya.

Jakarta, 18 Dhulhijjah 1438 H/8 September 2017

Posted in Book Review | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment